Home/
SuperTim untuk Tim Sales: Dari Pipeline Hunting hingga KPI Closing Rate
SuperTim untuk Industri24 Februari 20267 min read

SuperTim untuk Tim Sales: Dari Pipeline Hunting hingga KPI Closing Rate

SuperTim untuk Tim Sales: Dari Pipeline Hunting hingga KPI Closing Rate

TL;DR (Singkatnya)

SuperTim membantu tim sales Indonesia mengelola pipeline, tracking KPI closing rate, dan memastikan tidak ada leads yang terlupakan — dengan dashboard yang langsung menampilkan siapa yang paling produktif dan deal mana yang at-risk. Dalam bahasa Indonesia, harga Rupiah.

Keywords utama: "software manajemen tim sales", "KPI tim sales Indonesia", "tracking pipeline sales", "aplikasi untuk sales team", "cara tracking closing rate", "manajemen follow-up sales"


Tim sales punya tantangan yang unik: pekerjaan mereka terdiri dari ratusan interaksi kecil — call, email, follow-up, meeting, proposal — yang semuanya harus terdokumentasi dan tidak boleh ada yang terlewat.

Satu leads yang tidak di-follow-up dalam 48 jam? Kemungkinan besar hilang ke kompetitor.

Hitung Metrik Bisnis Anda Secara Otomatis

Gunakan kalkulator gratis kami untuk menghitung Burn Rate, BEP, atau KPI karyawan tanpa rumus rumit.

Lihat Alat Gratis SuperTim

Satu proposal yang tidak ada di-chase? Keputusan pembelian beralih ke momentum yang sudah dingin.

Di sinilah SuperTim melengkapi tim sales Anda — bukan sebagai CRM pengganti, tapi sebagai sistem manajemen kinerja yang memastikan setiap anggota tim sales tahu prioritas mereka, manager bisa pantau progress pipeline, dan KPI sales terhitung otomatis.

Tantangan Umum Tim Sales di Indonesia

1. Follow-up yang Sering Terlupakan

Follow-up adalah nyawa sales — tapi tanpa sistem, follow-up hanya ada di kepala atau catatan tercecer. Berapa leads yang hilang karena tidak di-follow-up tepat waktu?

2. Pipeline yang Tidak Transparan

Manager kesulitan tahu: berapa deals yang aktif, di tahap mana, dan mana yang butuh bantuan. Update hanya terjadi saat meeting mingguan — yang artinya data selalu terlambat.

3. KPI Sales yang Tidak Terukur Secara Akurat

"Conversion rate kita 20%" — angka dari mana? Siapa yang paling tinggi closing rate-nya? Siapa yang paling banyak outreach tapi paling sedikit convert? Tanpa sistem, semua pertanyaan ini tidak terjawab.

Ingin Belajar Lebih Banyak?

Jelajahi panduan lengkap kami tentang OKR, KPI, dan manajemen tim modern.

Baca Artikel Lainnya

4. Anggota Sales yang Tidak Punya Prioritas Jelas

Tanpa sistem, anggota sales sering tidak tahu: leads mana yang harus di-approach hari ini? Deal mana yang paling butuh perhatian? Mereka mengerjakan yang paling terakhir diingat, bukan yang paling penting.

Cara SuperTim Membantu Tim Sales

KPI Sales yang Terhitung Otomatis

Setup KPI sales di SuperTim dan biarkan sistem yang menghitung:

KPITargetCara Track di SuperTim
Jumlah outreach per minggu30Task-based: setiap task "Outreach ke [nama]" yang Done
Jumlah meeting per bulan15Task-based: task "Meeting Sales — [klien]"
Conversion rate leads → deal25%Manual input atau kalkulasi dari dua KPI
Revenue closed per bulanRp 200 jutaManual input dari CRM/sistem akuntansi
Average deal cycle< 21 hariTask timestamps: created → Done
Follow-up tepat waktu> 95%Task-based dengan deadline

Task System sebagai Follow-up Tracker

SuperTim bukan CRM — tapi bisa jadi sistem follow-up tracker yang powerful:

Template task untuk satu leads:

Task: "Follow-up PT Maju Bersama — Proposal Q2"
  Assignee: Rini (Sales Rep)
  Deadline: Rabu, 26 Feb (48 jam setelah meeting kemarin)
  Label: "Hot Lead", "Proposal Sent"
  Subtasks:
    ☐ Cek apakah proposal sudah dibuka
    ☐ Kirim follow-up email
    ☐ If no response: call di jam 10-11
    ☐ Update status di CRM
    ☐ Tentukan next step / close atau move on

Sistem notifikasi SuperTim mengingatkan Rini H-1 sebelum deadline follow-up. Tidak ada leads yang terlupa karena "sibuk dengan yang lain."

Dashboard Pipeline untuk Sales Manager

Sales manager membuka SuperTim dan langsung lihat:

  • Rini: 8 hot leads aktif, 2 overdue follow-up, KPI 87% ✅
  • Budi: 12 leads aktif, 0 overdue, KPI 71% — perlu cek conversion rate ⚠️
  • Dodi: 4 leads aktif, 5 overdue follow-up, mood 2/5 🔴 — butuh 1:1 segera

Dari satu halaman, sales manager tahu: siapa yang performanya baik, siapa yang butuh bantuan, dan siapa yang mungkin sedang ada masalah personal yang mempengaruhi kerja.

Recurring Task untuk Aktivitas Rutin Sales

Setup recurring task untuk aktivitas harian/mingguan sales:

🔁 "Follow-up semua leads 'warm' yang belum ada respons 3 hari"
   → Berulang setiap Senin dan Kamis

🔁 "Update pipeline dan tambah notes di CRM"  
   → Berulang setiap Jumat jam 16:00

🔁 "Review dan prioritaskan leads incoming minggu ini"
   → Berulang setiap Senin pagi

🔁 "Weekly sales team huddle"
   → Berulang setiap Senin jam 09:00 (reminder otomatis ke semua)

Daily Check-in yang Relevan untuk Sales

Check-in harian yang dikustomisasi untuk tim sales:

Dodi — Check-in Selasa: Kemarin: 4 outreach baru via LinkedIn, 1 meeting dengan PT X (sangat promising), 2 proposal selesai Hari ini: Follow-up 3 proposals yang sudah 5 hari, kirim proposal ke PT Y Mood: 4/5 Blocker: PT Z sudah 2 minggu tidak reply — minta saran apakah harus escalate ke owner mereka atau drop

Manager baca ini pagi hari → langsung bisa kasih guidance soal PT Z tanpa harus meeting.

Template KPI Sales per Stage Pertumbuhan Bisnis

Early Stage (0-12 bulan, tim 1-3 sales):

Fokus: Volume dan learning

  • Jumlah outreach per minggu: 30+
  • Discovery call per bulan: 20+
  • Conversion call → proposal: minimal 30%
  • Win rate (proposal → deal): build baseline, target minimal 15%

Growth Stage (1-3 tahun, tim 3-10 sales):

Fokus: Efficiency dan predictability

  • Revenue per sales rep: target Rp 100-200 juta/bulan
  • Deal cycle time: < 30 hari
  • Pipeline coverage: minimal 3x monthly target
  • Upkill: 1 skill improvement per quarter per sales rep

Scale Stage (3+ tahun, tim 10+ sales):

Fokus: Optimization dan specialization

  • Closing rate consistent > 30% industri
  • Customer LTV meningkat setiap kuartal
  • Referral rate dari existing clients: > 20%
  • Average contract value meningkat 15% YoY

SuperTim vs CRM: Bukan Kompetitor, Tapi Komplementer

SuperTim bukan CRM seperti Salesforce, HubSpot, atau Pipedrive. CRM fokus pada manajemen data klien dan pipeline tahap detail. SuperTim fokus pada manajemen kinerja tim yang menjalankan pipeline tersebut.

Gunakan CRM untuk:

  • Database klien dan leads detail
  • Pipeline tracking per deal
  • Email sequencing dan automation
  • Revenue forecasting detail

Gunakan SuperTim untuk:

  • KPI kinerja individual setiap sales rep
  • Daily check-in dan kondisi tim
  • Follow-up reminder yang tidak bisa di-skip
  • Laporan kinerja otomatis per sales rep
  • Koordinasi tim sales dengan divisi lain

Banyak tim sales yang berhasil menggunakan CRM + SuperTim bersama untuk sales performance management yang komprehensif.

💡 Insight dari Tim SuperTim: Sales bukan hanya tentang siapa yang paling "jago ngomong" — ini tentang konsistensi sistem. Sales rep yang paling konsisten follow-up, paling teratur, dan paling disiplin dengan proses hampir selalu outperform yang bergantung pada bakat natural saja. SuperTim membantu membangun konsistensi sistem itu. Baca juga cara mengatur KPI tim yang efektif untuk memilih KPI yang tepat.

FAQ: SuperTim untuk Tim Sales

1. Apakah SuperTim bisa tracking revenue per deal?

Anda bisa input revenue sebagai KPI manual (misalnya "Revenue closed bulan ini") dan update angkanya. Untuk tracking per-deal yang sangat detail, CRM adalah tools yang lebih tepat — SuperTim fokus pada aggregate KPI per sales rep.

2. Apakah ada fitur leaderboard sales di SuperTim?

Dashboard workload view menampilkan performa per sales rep secara side-by-side — ini bisa berfungsi sebagai leaderboard. Fitur leaderboard formal (ranking visual yang bisa ditampilkan di layar kantor) dalam roadmap.

3. Bisakah sales manager set target berbeda per sales rep?

Ya. KPI di SuperTim bisa diset individual — Rini punya target 20 deals, Budi punya target 15 deals, berdasarkan pengalaman dan territory masing-masing.

4. Apakah bisa track lost deals dan alasannya?

Anda bisa buat custom label "Lost Deal" dan task field untuk alasan lost (kompetitor, harga, timing, tidak cocok). Data ini kemudian bisa dijadikan laporan untuk improve proses sales ke depannya.

Baca Juga:

🚀 Optimalkan Tim Sales Anda — Coba SuperTim Gratis


\n

Suka artikel ini?

Bagikan ke rekan kerja Anda

Ditulis oleh

SuperTim Editor

SuperTim Editor

Product & Productivity Specialist