Home/
Fitur KPI Tracking SuperTim: Cara Kerja, Setup, dan Contoh Nyata
Fitur SuperTim24 Februari 20269 min read

Fitur KPI Tracking SuperTim: Cara Kerja, Setup, dan Contoh Nyata

Fitur KPI Tracking SuperTim: Cara Kerja, Setup, dan Contoh Nyata

TL;DR (Singkatnya)

Fitur KPI Tracking SuperTim menghubungkan Goal bisnis → KPI → Task harian secara otomatis. Anda cukup isi nama KPI, satuan, dan target — sistem otomatis menghitung progress berdasarkan task yang diselesaikan. Tidak perlu update manual, tidak perlu spreadsheet terpisah.

Salah satu pertanyaan paling sering yang kami terima dari calon pengguna SuperTim: "KPI tracking-nya seperti apa cara kerjanya? Apakah saya masih harus input manual?"

Jawaban singkatnya: tidak. KPI di SuperTim berjalan otomatis — terhubung langsung ke aktivitas task harian tim Anda.

Artikel ini akan menjelaskan cara kerja fitur KPI Tracking SuperTim secara menyeluruh — dari konsep, setup step-by-step, hingga contoh nyata untuk berbagai jenis bisnis di Indonesia.

Hitung Metrik Bisnis Anda Secara Otomatis

Gunakan kalkulator gratis kami untuk menghitung Burn Rate, BEP, atau KPI karyawan tanpa rumus rumit.

Lihat Alat Gratis SuperTim

Mengapa KPI Tracking Manual Selalu Gagal

Sebelum membahas cara kerja SuperTim, penting untuk memahami mengapa pendekatan KPI manual (spreadsheet, Google Sheets, update mingguan) sering tidak efektif:

Masalah 1: Data selalu terlambat KPI di spreadsheet hanya se-update terakhir seseorang mengisinya. Jika terakhir diupdate 3 hari lalu, Anda mengambil keputusan berdasarkan data yang sudah basi.

Masalah 2: Bergantung pada disiplin yang tidak realistis "Tolong update KPI setiap Jumat" — siapa yang selalu ingat? Siapa yang mau luangkan waktu 30 menit setiap minggu hanya untuk isi spreadsheet?

Masalah 3: Human error yang merusak kepercayaan data Satu formula salah, satu sel yang ter-overwrite, dan tiba-tiba laporan KPI bulan lalu salah semua. Baca lebih lanjut tentang bahaya human error di Excel untuk KPI.

Masalah 4: Tidak ada koneksi ke pekerjaan nyata KPI di spreadsheet berdiri sendiri. Tidak ada cara tahu: "Task mana yang berkontribusi ke KPI ini? Siapa yang paling banyak kontribusi?"

Ingin Belajar Lebih Banyak?

Jelajahi panduan lengkap kami tentang OKR, KPI, dan manajemen tim modern.

Baca Artikel Lainnya

SuperTim menyelesaikan semua masalah ini dengan satu pendekatan: KPI yang hidup dan otomatis.

Konsep Dasar: Tiga Jenis KPI di SuperTim

SuperTim mendukung tiga tipe KPI yang berbeda sesuai kebutuhan bisnis:

1. KPI Berbasis Task Completion (Otomatis)

Progress KPI dihitung otomatis dari jumlah task yang diselesaikan dalam kategori tertentu.

Contoh:

  • KPI: "Jumlah artikel blog dipublish per bulan"
  • Target: 20 artikel
  • Cara kerja: Setiap task bertipe "Publish Artikel" yang di-mark Done otomatis menambah counter KPI ini
  • Progress: Real-time, tanpa input manual

2. KPI Manual Input (Input Berkala)

Untuk KPI yang tidak bisa dihitung dari activity (misalnya: revenue, skor kepuasan klien, data eksternal), Anda bisa input nilai secara berkala — harian, mingguan, atau bulanan.

Contoh:

  • KPI: "Revenue bulanan"
  • Target: Rp 100 juta
  • Cara kerja: Finance atau Owner input angka actual setiap akhir bulan
  • Display: Progress bar yang langsung terlihat di dashboard

3. KPI Komposit (Gabungan)

KPI yang dihitung dari kombinasi KPI lain.

Contoh:

  • KPI: "Score Tim Marketing" = (artikel ditulis × 40%) + (leads generated × 60%)
  • Ini gabungan dari dua KPI individual yang masing-masing sudah berjalan

Setup KPI di SuperTim: Step-by-Step

Langkah 1: Tentukan Goal terlebih dahulu

Sebelum buat KPI, tentukan Goal yang ingin dicapai. Goal adalah pernyataan arah yang jelas:

Contoh:

  • ✅ "Tingkatkan revenue dari klien retainer 25% di Q2 2026"
  • ✅ "Launch website baru sebelum 1 Maret 2026"
  • ✅ "Kurangi waktu respon customer service dari 24 jam ke 4 jam"

Langkah 2: Buat KPI untuk Goal tersebut

Di SuperTim, dari halaman Goal → klik "Tambah KPI". Isi:

FieldContoh
Nama KPIJumlah klien retainer aktif
SatuanKlien
Target15
Baseline (mulai dari)10
PeriodeQ2 2026 (1 Apr – 30 Jun)
TipeManual Input / Task-based
Owner KPIRini (Sales Lead)

Langkah 3: Hubungkan Task ke KPI (untuk Task-based KPI)

Jika tipe KPI adalah Task-based, definisikan "task completion event" yang menambah progress:

  • Setiap task dengan label "Deal Closed" yang di-Done → +1 ke KPI "Klien Baru"
  • Setiap task dengan label "Artikel Published" yang di-Done → +1 ke KPI "Konten Dipublish"

Langkah 4: Pantau dari Dashboard

Dashboard owner menampilkan semua KPI dalam format yang mudah dibaca:

  • Hijau = On track (progress ≥ 70% dari target proporsional)
  • Kuning = Perlu perhatian (progress 40-70%)
  • Merah = At risk (progress < 40%)

Anda tidak perlu buka spreadsheet, recap meeting, atau tanya satu per satu. Semuanya ada di satu layar.

Contoh KPI untuk Berbagai Jenis Bisnis

Untuk Tim Sales:

KPITargetTipe
Jumlah leads baru per minggu20Task-based
Jumlah meeting sales per bulan15Task-based
Conversion rate (leads → deal)25%Manual Input
Revenue bulananRp 150 jutaManual Input
Jumlah follow-up tepat waktu95%Task-based

Untuk Tim Marketing & Konten:

KPITargetTipe
Jumlah artikel dipublish per bulan20Task-based
Jumlah social media post per minggu14Task-based
Organic traffic website10.000/bulanManual Input
Engagement rate konten4%Manual Input
Jumlah campaign selesai on-time100%Task-based

Untuk Tim Akuntansi & Finance:

KPITargetTipe
Laporan keuangan selesai sebelum tgl 5100%Task-based
Jumlah invoice diproses per minggu50Task-based
Lead time proses invoice< 3 hariManual Input
Error rate laporan< 1%Manual Input
Jumlah rekonsiliasi selesai tepat waktu100%Task-based

Catatan: "Lead time" dalam konteks akuntansi adalah waktu rata-rata dari penerimaan invoice hingga pembayaran diproses — yang bisa ditrack di SuperTim via timestamp task.

Untuk Tim Operasional & HRD:

KPITargetTipe
Waktu hiring per posisi< 30 hariManual Input
Turnover rate< 10% per tahunManual Input
Completion rate onboarding baru100%Task-based
eNPS (employee satisfaction)> 30Manual Input
Training completion rate90%Task-based

Untuk Agensi Digital:

KPITargetTipe
Deadline delivery rate95%Task-based
Jumlah revisi per project< 2Manual Input
Client satisfaction score> 4.5/5Manual Input
Jumlah klien baru per bulan3Manual Input
Billable hours per orang per minggu35 jamManual Input

Fitur Unik: KPI Individual vs KPI Tim

SuperTim mendukung dua level KPI yang berbeda:

KPI Individual — KPI per anggota tim

  • "Budi: target 15 artikel per bulan"
  • "Rini: target 10 meeting sales per bulan"
  • Setiap anggota bisa lihat KPI mereka sendiri
  • Manager lihat semua KPI anggota dalam satu dashboard

KPI Tim / Departemen — KPI agregat per divisi

  • "Tim Marketing: total 60 artikel per bulan"
  • "Tim Sales: revenue Rp 300 juta per kuartal"
  • Roll-up otomatis dari KPI individual atau input terpisah

AI Coach dan KPI: Rekomendasi Otomatis

Yang membedakan SuperTim dari tools lain: AI Coach yang memahami data KPI Anda dan memberikan rekomendasi yang actionable.

Contoh interaksi dengan AI Coach:

Anda: "KPI Sales bulan ini apa yang perlu difokuskan?"

AI Coach: "Berdasarkan data tim Anda, conversion rate sedang di 18% vs target 25% — ini yang paling at-risk. Jumlah leads sudah on track (19 vs target 20), tapi banyak yang tidak di-follow up dalam 48 jam pertama. Saya rekomendasikan fokus minggu ini pada: 1) Pastikan semua leads baru di-follow up dalam 24 jam, 2) Review script closing dengan tim. Mau saya buatkan task untuk ini?"

Itu bukan chatbot generik — itu assistant yang sudah membaca data KPI Anda dan memberikan rekomendasi spesifik.

💡 Insight dari Tim SuperTim: KPI yang baik bukan tentang berapa banyak yang Anda ukur, tapi seberapa tepat yang Anda ukur. Lebih baik punya 3 KPI yang benar-benar relevan dan diupdate real-time daripada 20 KPI di spreadsheet yang tidak pernah dilihat. Baca juga cara mengatur KPI tim yang efektif untuk panduan memilih KPI yang tepat.

Pertanyaan Umum Seputar Fitur KPI SuperTim

Lead Time — Apakah SuperTim Bisa Track Ini?

Ya. Lead time adalah waktu rata-rata dari task dibuat hingga task diselesaikan. Di SuperTim, setiap task punya timestamp created dan completed yang akurat. Anda bisa gunakan ini untuk:

  • "Rata-rata lead time proses invoice di tim akuntansi kita"
  • "Rata-rata waktu dari deal signed sampai onboarding klien selesai"
  • "Rata-rata turnaround konten dari brief sampai publish"

Fitur analytics lead time per kategori task tersedia di laporan kinerja SuperTim.

Apakah KPI Bisa Di-export?

Ya. Data KPI bisa di-export ke format laporan untuk presentasi ke stakeholder atau board. Format export tersedia di halaman Laporan SuperTim.

Bisakah KPI Diset per Kuartal atau per Tahun?

Ya. SuperTim mendukung periode KPI yang fleksibel: mingguan, bulanan, kuartalan, atau custom date range sesuai siklus bisnis Anda.

Apakah Anggota Tim Bisa Lihat KPI Mereka Sendiri?

Ya. Setiap anggota tim punya halaman "My KPI" yang menampilkan KPI personal mereka — berapa progress, berapa target, dan trend yang terjadi. Ini penting untuk ownership dan motivasi individual.


Siap setup KPI tim Anda dan lihat progress real-time tanpa spreadsheet? 🚀 Coba SuperTim Gratis — Tanpa Kartu Kredit

Kesimpulan: KPI yang Hidup, Bukan KPI yang Mati di Spreadsheet

KPI yang hanya ada di spreadsheet adalah KPI yang mati — data yang ada bukan karena sistem, tapi karena seseorang ingat untuk mengisinya. Begitu bisnis semakin sibuk, spreadsheet KPI menjadi semakin tidak akurat.

SuperTim mengubah KPI menjadi sesuatu yang hidup dan otomatis — terhubung langsung ke aktivitas kerja tim sehari-hari, selalu up-to-date, dan langsung terlihat dari satu dashboard.

Ini bukan hanya soal efisiensi — ini soal kepercayaan data yang Anda pakai untuk mengambil keputusan bisnis setiap hari.

Baca Juga:


\n

Suka artikel ini?

Bagikan ke rekan kerja Anda

Ditulis oleh

SuperTim Editor

SuperTim Editor

Product & Productivity Specialist