SuperTim vs Wrike: Enterprise Tools vs Solusi Tepat untuk UKM Indonesia

TL;DR (Singkatnya)
Wrike adalah platform manajemen proyek enterprise-grade dengan fitur advanced seperti resource management, proofing, dan Gantt chart kompleks. Untuk UKM Indonesia yang butuh sistem simpel dengan KPI terintegrasi dan bahasa Indonesia, SuperTim adalah pilihan yang jauh lebih tepat sasaran dan hemat biaya.
Wrike adalah salah satu platform manajemen proyek yang paling mature di industri — melayani perusahaan-perusahaan besar seperti Google, Airbnb, dan Dell. Fiturnya sangat lengkap: Gantt chart interaktif, resource management, proofing dan approval workflow, time tracking, dan analytics lanjutan.
Tapi seperti yang sering terjadi dengan tools enterprise, "sangat lengkap" bisa berarti "sangat kompleks dan mahal" untuk bisnis yang tidak membutuhkan semua itu.
Kelebihan Wrike untuk Enterprise
- Gantt chart interaktif — dependency tracking yang sangat detail
- Resource management — visibility workload dan kapasitas tim secara akurat
- Proofing & Approval — review dan approval konten/design terintegrasi
- Time tracking — built-in, akurat per task
- Advanced analytics — reporting yang sangat mendalam
- Keamanan enterprise — SSO, audit logs, compliance yang ketat
Mengapa Wrike Kurang Cocok untuk UKM Indonesia
1. Harga yang Sangat Tinggi
Hitung Metrik Bisnis Anda Secara Otomatis
Gunakan kalkulator gratis kami untuk menghitung Burn Rate, BEP, atau KPI karyawan tanpa rumus rumit.
Lihat Alat Gratis SuperTimWrike Team mulai dari $9.80/user/bulan (tahunan), tapi fitur yang benar-benar enterprise (resource management, analytics, proofing) baru muncul di paket Business ($24.80/user/bulan) dan Enterprise (harga negosiasi).
Tim 10 orang di Business = $248/bulan ≈ Rp 3.968.000/bulan. Ini hampir 3x lipat biaya SuperTim untuk fitur yang mungkin 70% tidak Anda butuhkan.
2. Kompleksitas yang Tidak Perlu untuk UKM
Resource management, proofing workflow, dan analytics lanjutan dirancang untuk tim 100+ orang dengan proses kerja yang sangat terdefinisi. Untuk UKM 5–50 orang, ini overkill yang menciptakan overhead lebih dari nilai yang diberikan.
3. Tidak Ada KPI Bisnis Terintegrasi
Ingin Belajar Lebih Banyak?
Jelajahi panduan lengkap kami tentang OKR, KPI, dan manajemen tim modern.
Baca Artikel LainnyaWrike punya dashboard dan reporting yang powerul, tapi fokusnya pada metrics project (task completion rate, time spent, overdue %) — bukan KPI bisnis yang langsung terhubung ke goal organisasi.
4. Tidak Ada Bahasa Indonesia
5. Free Plan Hanya 5 User
Dan sangat terbatas dalam fitur.
💡 Insight dari Tim SuperTim: Wrike adalah Rolls-Royce di dunia project management tools. Luar biasa jika Anda punya budget, tim yang besar, dan kebutuhan yang kompleks. Untuk kebanyakan bisnis Indonesia, ini seperti membeli Rolls-Royce untuk perjalanan dalam kota — mewah tapi tidak practical. Baca tanda bisnis Anda siap scaling untuk tahu kapan tool enterprise like Wrike baru relevan.
Perbandingan: SuperTim vs Wrike
| Kriteria | SuperTim | Wrike |
|---|---|---|
| Harga (Tim 10 Org) | ~Rp 990.000–1.490.000/bln | ~Rp 1.568.000–3.968.000/bln |
| Bahasa Indonesia | ✅ Penuh | ❌ Inggris |
| KPI Terintegrasi | ✅ Built-in | ❌ Project metrics only |
| Daily Check-in | ✅ Built-in | ❌ Tidak ada |
| AI Coach Bisnis | ✅ Ada | ⚠️ Wrike AI (document only) |
| Kemudahan Onboarding | ✅ < 30 menit | ⚠️ Days–weeks |
| Gantt Chart | ⚠️ Roadmap | ✅ Sangat powerful |
| Resource Management | ❌ | ✅ Advanced |
| Proofing/Approval | ❌ | ✅ Ada |
| Time Tracking | ❌ | ✅ Built-in |
| Cocok untuk UKM | ✅ Sangat cocok | ⚠️ Lebih untuk Enterprise |
| Harga Stabil Rupiah | ✅ Ya | ❌ USD |
Kesimpulan
Jika bisnis Anda adalah enterprise dengan 100+ orang, anggaran IT besar, dan kebutuhan resource management yang kompleks — Wrike layak dipertimbangkan.
Jika bisnis Anda adalah UKM Indonesia yang butuh KPI terhubung ke task harian, bahasa Indonesia, dukungan lokal, dan harga Rupiah yang stabil — SuperTim adalah pilihan yang jauh lebih masuk akal.
Jangan bayar untuk kapabilitas enterprise jika Anda belum membutuhkannya.
🚀 Coba SuperTim Gratis — Tanpa Kartu Kredit
Baca Juga:
- SuperTim vs Asana: Mana untuk UKM Indonesia?
- SuperTim vs Monday.com: Harga Lokal vs USD
- Tanda Bisnis Anda Siap Scaling
- Cara Mengatur KPI Tim yang Efektif
\n
Ditulis oleh
SuperTim Editor
Product & Productivity Specialist


