SuperTim vs Trello: Kanban Saja Tidak Cukup untuk Bisnis yang Tumbuh

TL;DR (Singkatnya)
Trello unggul sebagai tools kanban visual yang simpel dan gratis. Namun tanpa fitur KPI, check-in, reporting, atau goal tracking, Trello tidak bisa menjawab pertanyaan paling penting seorang owner: 'Apakah timku on track?'. SuperTim mengisi gap tersebut dengan harga lokal dan bahasa Indonesia.
Trello adalah salah satu tools manajemen tugas paling populer di dunia — dan bisa dimengerti kenapa. Interface-nya yang simpel, visual, dan gratis menjadikannya pilihan pertama banyak tim. Tapi ada pertanyaan penting yang jarang ditanyakan:
Apakah Trello cukup untuk bisnis Anda yang sedang tumbuh?
Jika Anda ingin tahu cara tim bekerja, siapa yang mengerjakan apa, apakah KPI bulan ini on track, dan apakah ada bottleneck — Trello mulai kesulitan menjawab. Artikel ini akan menjelaskan gap tersebut dan kapan saatnya Anda mempertimbangkan tools yang lebih lengkap seperti SuperTim.id.
Hitung Metrik Bisnis Anda Secara Otomatis
Gunakan kalkulator gratis kami untuk menghitung Burn Rate, BEP, atau KPI karyawan tanpa rumus rumit.
Lihat Alat Gratis SuperTimJika Anda juga membandingkan pilihan lain, baca juga SuperTim vs Monday.com dan SuperTim vs Asana.
Trello: Kekuatan dan Batasnya
Trello diakuisisi oleh Atlassian (pembuat Jira) pada 2017. Konsepnya sederhana: Board → List → Card. Setiap card bisa berisi checklist, attachment, due date, label, dan komentar.
Yang Bagus dari Trello
- Sangat mudah dipelajari — bisa langsung produktif dalam 15 menit
- Visual dan intuitif — drag-and-drop card antar kolom
- Free plan yang cukup generous — unlimited cards, 10 boards, dan banyak fitur dasar
- Power-Ups (integrasi) — bisa connect ke Google Drive, Slack, dll
- Cocok untuk proyek sederhana — content calendar, wedding checklist, sprint planning kecil
Batas Trello yang Sering Tidak Disadari
1. Hanya Kanban — Tidak Ada View Lain
Di paket gratis, Trello hanya menampilkan kanban board. Tidak ada list view, calendar view, timeline, atau dashboard ringkasan. Jika card sudah banyak, mencari tugas spesifik jadi sulit.
2. Tidak Ada KPI atau Goal Tracking
Ingin Belajar Lebih Banyak?
Jelajahi panduan lengkap kami tentang OKR, KPI, dan manajemen tim modern.
Baca Artikel LainnyaIni limitasi terbesar Trello untuk bisnis yang serius. Anda tidak bisa menjawab pertanyaan seperti:
- "Berapa % target sales bulan ini yang sudah tercapai?"
- "Siapa anggota tim yang paling overloaded minggu ini?"
- "KPI mana yang merah dan perlu perhatian segera?"
Laporan kinerja tim? Tidak ada. Anda harus buka spreadsheet terpisah — dan kembali ke masalah bahaya Excel untuk manajemen KPI.
3. Skalabilitas Terbatas untuk Tim Besar
Trello bekerja sangat baik untuk tim 3–10 orang dengan proyek yang tidak terlalu kompleks. Begitu tim bertambah jadi 15–20+ orang dengan puluhan proyek paralel, board Trello mulai terasa seperti "kekacauan yang ter-visualisasi".
4. Tidak Ada Check-in atau 1:1 Feature
Sebagai Manager, bagaimana Anda tahu kondisi tim? Di Trello, Anda cuma bisa lihat card yang belum selesai. Tidak ada mood tracking, tidak ada daily check-in, tidak ada catatan 1:1.
💡 Insight dari Tim SuperTim: Trello bagus sebagai "papan tulis digital". Tapi bisnis butuh lebih dari papan tulis — mereka butuh sistem yang bisa menjawab: "Apakah tim kita menuju ke tujuan yang benar, dengan kecepatan yang cukup?" Itulah yang selalu kami dengar dari owner yang akhirnya beralih ke SuperTim. Lihat juga tanda-tanda bisnis Anda siap naik level.
5. Harga Paket Berbayar Juga Dalam USD
Trello Premium mulai $5/user/bulan — lebih murah dari kompetitor, tapi tetap dalam USD. Tim 15 orang = $75/bulan ≈ Rp 1.200.000/bulan, dan fitur premium Trello masih tidak mencakup KPI atau reporting yang berarti.
SuperTim vs Trello: Bukan Soal Siapa yang "Lebih Canggih"
Pertanyaan yang lebih tepat adalah: apa yang dibutuhkan bisnis Anda hari ini dan 6 bulan ke depan?
Trello dan SuperTim melayani kebutuhan yang berbeda.
Trello dirancang untuk: "Saya perlu lihat daftar tugas siapa mengerjakan apa."
SuperTim dirancang untuk: "Saya perlu tahu apakah tugas-tugas itu mengarah ke goal bisnis saya, dan siapa yang perlu saya bantu sekarang."
Fitur yang Ada di SuperTim tapi Tidak di Trello
| Fitur | SuperTim | Trello |
|---|---|---|
| Goal Tracking | ✅ Built-in | ❌ Tidak ada |
| KPI Terintegrasi | ✅ Otomatis | ❌ Tidak ada |
| Daily Check-in | ✅ Built-in | ❌ Tidak ada |
| Mood Tracking Tim | ✅ Ada | ❌ Tidak ada |
| Beban Kerja per Orang | ✅ Dashboard | ❌ Tidak ada |
| AI Coach | ✅ Paket berbayar | ❌ Tidak ada |
| Weekly AI Summary | ✅ Otomatis | ❌ Tidak ada |
| Bahasa Indonesia | ✅ Penuh | ❌ Tidak ada |
| Harga Rupiah | ✅ Ya | ❌ USD |
| Multi-Cabang | ✅ Ada | ❌ Tidak ada |
Fitur yang Trello Lebih Unggul
| Fitur | Trello | SuperTim |
|---|---|---|
| Kemudahan pertama kali | ✅ Sangat mudah | ✅ Mudah (sedikit lebih dalam) |
| Free plan generosity | ✅ Banyak board | ✅ 5 user, 3 project, 5 KPI |
| Mobile App Native | ✅ Ada (iOS & Android) | ⚠️ Roadmap |
| Power-Up / Integrasi | ✅ Banyak | ⚠️ Roadmap |
| Nama brand recognition | ✅ Sangat dikenal | ✅ Lokal Indonesia |
Perbandingan Head-to-Head: SuperTim vs Trello
| Kriteria | SuperTim | Trello |
|---|---|---|
| Harga (Tim 10 Org) | ~Rp 990.000–1.490.000/bulan | ~Rp 800.000/bulan (Premium) atau Gratis |
| Free Plan | ✅ 5 user, 3 project, 5 KPI | ✅ Unlimited cards, 10 boards |
| Bahasa Indonesia | ✅ Penuh | ❌ Inggris |
| KPI / Goal Tracking | ✅ Terintegrasi | ❌ Tidak ada |
| Check-in Tim | ✅ Ada | ❌ Tidak ada |
| AI Coach | ✅ Paket berbayar | ❌ Tidak ada |
| Laporan Kinerja | ✅ Otomatis | ❌ Tidak ada (harus buat manual) |
| Kanban View | ✅ Ada | ✅ Core feature |
| List View | ✅ Ada | ⚠️ Paket berbayar |
| Calendar View | ✅ Ada | ⚠️ Paket berbayar |
| Timeline/Gantt | ⚠️ Roadmap | ⚠️ Paket berbayar |
| Multi-proyek Dashboard | ✅ Ada | ❌ Harus buka board satu per satu |
| Mobile App | ⚠️ Roadmap | ✅ Ada |
| Cocok untuk Tim Berkembang | ✅ Sangat cocok | ⚠️ Mulai terbatas >15 orang |
Kapan Anda Sebaiknya Tetap di Trello?
Trello masih pilihan terbaik jika:
- Tim Anda ≤ 5 orang dan proyeknya sederhana-sederhana
- Anda butuh personal task manager atau papan kanban untuk proyek hobi/freelance
- Anda tidak butuh tracking KPI, goal, atau laporan kinerja
- Budget is zero dan Trello free plan sudah cukup memenuhi kebutuhan
Kapan Saatnya Pindah ke SuperTim?
Pertimbangkan SuperTim jika Anda mengalami satu dari kondisi ini:
- 🔴 Anda sering bertanya "Sudah sampai mana?" kepada anggota tim — ini tanda sistem Anda tidak transparan
- 🔴 KPI masih dicatat di Excel terpisah — masalah human error dan inkonsistensi data
- 🔴 Anda tidak tahu siapa yang overloaded sampai seseorang resign atau sakit
- 🔴 Tim bertambah tapi menggunakan Trello yang sama — board jadi semakin kacau
- 🔴 Anda ingin bisnis bisa jalan tanpa Anda harus pantau manual setiap hari — lihat cara sistemasi bisnis agar autopilot
💡 Insight dari Tim SuperTim: Banyak bisnis Indonesia yang "nempel" di Trello karena terbiasa dan gratis. Tapi "gratis" yang tidak bisa jawab pertanyaan bisnis paling krusial sebenarnya punya biaya tersembunyi yang besar — berupa waktu Owner yang habis untuk micromanage dan data KPI yang tidak akurat. Baca juga cara membuat SOP bisnis yang solid sebagai fondasi sebelum memilih tools.
Studi Kasus: Agensi Konten 8 Orang Outgrew Trello
Sebuah agensi konten digital di Yogyakarta awalnya menggunakan Trello untuk manage konten klien. Board-nya: To Write → Writing → Review → Published. Simpel dan efektif — ketika kliennya 5.
Ketika klien bertambah jadi 15, masalah mulai muncul:
- 15 board terpisah untuk 15 klien — susah lihat overall status
- Tidak ada cara tahu deadline mana yang paling mendesak di antara semua board
- Manager harus buka 15 board satu per satu setiap pagi
- KPI tim (artikel per orang per minggu) masih di Google Sheets manual
Setelah migrasi ke SuperTim:
- Semua klien dalam 1 workspace dengan visibility yang langsung terlihat
- KPI per penulis terhitung otomatis
- Manager cukup buka 1 dashboard setiap pagi
- Daily check-in mengurangi pertanyaan "sudah sampai mana?" sampai 80%
Cara Mulai dengan SuperTim (Bisa Paralel dengan Trello)
Tidak perlu dramatis menutup akun Trello. Ini cara transisi yang smooth:
- Daftar SuperTim gratis — cukup 2 menit
- Pilih 1 proyek yang paling aktif di Trello
- Recreate di SuperTim — tambahkan KPI yang relevan
- Jalankan paralel 2 minggu — rasakan perbedaannya
- Migrasi sisanya setelah Anda dan tim merasa nyaman
Siap naik level dari kanban board biasa ke sistem manajemen tim yang lengkap? 🚀 Coba SuperTim Gratis — Tanpa Kartu Kredit
FAQ: SuperTim vs Trello
1. Apakah SuperTim bisa menggantikan Trello sepenuhnya?
Untuk kebutuhan manajemen tim bisnis, ya. SuperTim punya kanban board seperti Trello, plus tambahan KPI tracking, check-in, dan laporan kinerja. Untuk penggunaan personal atau proyek sangat sederhana, Trello free tetap relevan.
2. Apakah SuperTim ada kanban board seperti Trello?
Ya! SuperTim memiliki tampilan Kanban Board yang mirip Trello — drag and drop task antar status (To Do, In Progress, Done, dll). Bedanya, setiap task di SuperTim bisa dikaitkan langsung ke KPI.
3. Berapa harga SuperTim dibanding Trello Premium?
Trello Premium $5/user/bulan (≈Rp 80.000/user). SuperTim mulai dari Rp 99.000–149.000/bulan untuk tim (bukan per user untuk paket besar). Untuk tim 10+ orang, SuperTim bisa jauh lebih hemat.
4. Apakah Trello punya fitur KPI?
Tidak. Trello tidak memiliki fitur KPI atau goal tracking bawaan. Anda perlu integrasi ke tools lain (seperti Numerics, Databox, atau buat dashboard manual di Google Sheets) untuk monitoring KPI.
5. Bisakah saya pakai Trello dan SuperTim bersamaan?
Bisa. Banyak tim yang mulai dengan SuperTim untuk proyek baru sambil menyelesaikan proyek lama di Trello. Tidak ada konflik teknis antara keduanya.
6. Apakah data Trello bisa dipindah ke SuperTim?
Trello mendukung export data ke CSV/JSON. Saat ini, import ke SuperTim dilakukan manual. Tim kami siap membantu proses onboarding jika dibutuhkan.
7. Saya sudah bayar Trello Premium — apakah worth it pindah sekarang?
Hitung dulu: apa yang Anda dapatkan dari Trello Premium yang tidak bisa Anda dapatkan dari Free? Jika jawabannya hanya "Calendar view dan lebih banyak Power-Ups", maka SuperTim kemungkinan memberikan lebih banyak value dengan harga yang sebanding.
8. Apakah SuperTim cocok untuk content creator atau freelancer?
SuperTim dirancang lebih untuk manajemen tim bisnis. Untuk freelancer solo atau content creator pribadi, Trello free atau Notion mungkin lebih sesuai. SuperTim paling optimal untuk tim 3–100 orang yang butuh koordinasi dan tracking kinerja.
Kesimpulan
Trello adalah tools yang luar biasa — untuk zamannya dan skalanya. Tapi bisnis Anda bukan sekadar kanban board. Bisnis Anda punya goal, KPI, anggota tim yang punya beban kerja berbeda, dan owner yang butuh visibility tanpa harus tanya satu per satu setiap hari.
Jika Anda merasakan bahwa Trello sudah mulai "kurang" — bahwa ada pertanyaan bisnis penting yang tidak bisa dijawab dengan melihat board — itu tanda Anda sudah siap untuk tools yang lebih lengkap.
SuperTim.id dirancang untuk bisnis Indonesia yang ingin tumbuh dengan sistem — bukan dengan chaos yang ter-visualisasi.
Baca Juga:
- SuperTim vs Monday.com: Mana yang Lebih Cocok?
- SuperTim vs Asana: Perbandingan Lengkap
- Cara Mengatur KPI Tim yang Efektif
- Tanda Bisnis Anda Siap Scaling
- Bahaya Human Error di Excel untuk KPI
\n
Ditulis oleh
SuperTim Editor
Product & Productivity Specialist
Daftar Isi
- Trello: Kekuatan dan Batasnya
- Yang Bagus dari Trello
- Batas Trello yang Sering Tidak Disadari
- SuperTim vs Trello: Bukan Soal Siapa yang "Lebih Canggih"
- Fitur yang Ada di SuperTim tapi Tidak di Trello
- Fitur yang Trello Lebih Unggul
- Perbandingan Head-to-Head: SuperTim vs Trello
- Kapan Anda Sebaiknya Tetap di Trello?
- Kapan Saatnya Pindah ke SuperTim?
- Studi Kasus: Agensi Konten 8 Orang Outgrew Trello
- Cara Mulai dengan SuperTim (Bisa Paralel dengan Trello)
- FAQ: SuperTim vs Trello
- 1. Apakah SuperTim bisa menggantikan Trello sepenuhnya?
- 2. Apakah SuperTim ada kanban board seperti Trello?
- 3. Berapa harga SuperTim dibanding Trello Premium?
- 4. Apakah Trello punya fitur KPI?
- 5. Bisakah saya pakai Trello dan SuperTim bersamaan?
- 6. Apakah data Trello bisa dipindah ke SuperTim?
- 7. Saya sudah bayar Trello Premium — apakah worth it pindah sekarang?
- 8. Apakah SuperTim cocok untuk content creator atau freelancer?
- Kesimpulan
