SuperTim vs Todoist: Personal Task Manager vs Sistem Manajemen Tim Bisnis

TL;DR (Singkatnya)
Todoist adalah todo list personal yang sangat baik, bersih, dan efisien. Namun untuk manajemen tim bisnis — dengan kebutuhan KPI, reporting, check-in, dan visibility keseluruhan — Todoist tidak dirancang untuk itu. SuperTim mengisi gap ini dengan fitur tim yang lengkap dan konteks bisnis Indonesia.
Todoist sering disebut sebagai "todo list terbaik di dunia" — dan ada alasan kuat di balik pujian tersebut. Antarmukanya yang bersih, fitur natural language input yang cerdas, dan pengalaman lintas platform yang mulus menjadikannya favorit para productivity enthusiast.
Tapi ada satu hal yang perlu diklarifikasi: Todoist adalah aplikasi todo list personal. Bukan platform manajemen tim bisnis.
Apakah perbedaan ini penting? Sangat. Artikel ini akan menjelaskan mengapa, dan kapan SuperTim adalah pilihan yang lebih tepat.
Hitung Metrik Bisnis Anda Secara Otomatis
Gunakan kalkulator gratis kami untuk menghitung Burn Rate, BEP, atau KPI karyawan tanpa rumus rumit.
Lihat Alat Gratis SuperTimTodoist: Kelebihan yang Nyata
Sebelum membahas keterbatasannya, penting untuk mengakui mengapa Todoist sangat disukai:
- Natural Language Input — ketik "Email klien besok jam 10 pagi" dan Todoist otomatis buat task dengan due date yang benar
- Desain yang bersih — tidak ada visual clutter, fokus pada task
- Cross-platform yang mulus — Web, iOS, Android, desktop semua synced sempurna
- Karma system — gamifikasi yang mendorong konsistensi
- Recurring tasks — set sekali, muncul terus sesuai jadwal
- Quick add shortcut — capture task baru dalam hitungan detik
Keterbatasan untuk Manajemen Tim Bisnis
1. Didesain untuk Individu, Bukan Tim
Fitur kolaborasi Todoist ada (project bersama, task assignment), tapi ini bukan core design-nya. Tidak ada dashboard tim, tidak ada workload view, tidak ada cara melihat siapa yang sedang mengerjakan apa secara keseluruhan.
2. Tidak Ada KPI atau Goal Tracking
Todoist tidak punya modul apapun untuk tracking KPI bisnis. Tidak ada goal, tidak ada progress bar, tidak ada laporan kinerja. Yang ada hanyalah daftar tugas yang bisa di-check.
Ingin Belajar Lebih Banyak?
Jelajahi panduan lengkap kami tentang OKR, KPI, dan manajemen tim modern.
Baca Artikel Lainnya3. Tidak Ada Check-in Tim
Tidak ada daily check-in, mood tracking, atau visibilitas kondisi tim. Sebagai manager, Anda tidak bisa tahu apakah anggota tim Anda oke atau sedang overwhelmed.
4. Harga Tim yang Tidak Terlalu Hemat
Todoist Business mulai dari $6/user/bulan (tahunan). Tim 10 orang = $60/bulan ≈ Rp 960.000/bulan — untuk fitur yang tetap lebih cocok untuk personal productivity daripada team management yang serius.
5. Tidak Ada Reporting Otomatis
Tidak ada fitur export laporan yang berarti. Untuk membuat laporan kinerja tim dari Todoist, Anda harus compile manual — sama saja seperti dari spreadsheet.
💡 Insight dari Tim SuperTim: Todoist adalah tools yang kami rekomendasikan untuk personal productivity — daftar belanja, habit tracking, side project pribadi. Untuk manajemen tim bisnis di Indonesia, kebutuhan yang paling penting justru tidak ada di Todoist: KPI, laporan kinerja, check-in, dan visibilitas tim. Efisiensi personal ≠ efisiensi tim.
SuperTim vs Todoist: Dua Target yang Berbeda
| Kriteria | SuperTim | Todoist |
|---|---|---|
| Target Pengguna | ✅ Tim bisnis (5–100 orang) | ⚠️ Personal + tim kecil |
| Harga (Tim 10 Org) | ~Rp 990.000–1.490.000/bulan | ~Rp 960.000/bulan (Business) |
| Free Plan | ✅ 5 user, 3 project, 5 KPI | ✅ 5 project (Personal, satu orang) |
| Bahasa Indonesia | ✅ Penuh | ❌ Inggris |
| KPI Tracking | ✅ Terintegrasi otomatis | ❌ Tidak ada |
| Dashboard Tim | ✅ Workload & KPI view | ❌ Tidak ada |
| Daily Check-in | ✅ Built-in | ❌ Tidak ada |
| Laporan Kinerja | ✅ Otomatis | ❌ Tidak ada |
| AI Coach Bisnis | ✅ Kontekstual | ❌ Tidak ada |
| Natural Language Input | ⚠️ Terbatas | ✅ Sangat baik |
| Karma/Gamification | ❌ Tidak ada | ✅ Ada |
| Design Minimalism | ✅ Bersih | ✅ Sangat bersih |
| Mobile App | ⚠️ Roadmap | ✅ Excellent |
| Recurring Tasks | ✅ Ada | ✅ Sangat baik |
| Harga Stabil Rupiah | ✅ Ya | ❌ USD |
Kapan Todoist Tetap Relevan?
Todoist masih pilihan terbaik jika:
- Ini untuk penggunaan pribadi — daftar belanja, habit harian, project freelance solo
- Tim Anda ≤ 3 orang dan kebutuhannya murni daftar tugas yang dibagikan
- Anda adalah solopreneur yang butuh personal task manager terbaik
- Anda tidak butuh visibility KPI, laporan kinerja, atau check-in tim
Kapan SuperTim Pilihan yang Lebih Tepat?
Pilih SuperTim jika:
- Anda punya tim 3+ orang yang perlu koordinasi dan akuntabilitas
- Anda butuh KPI yang terhubung ke task harian
- Anda ingin tahu kondisi tim tanpa harus tanya satu per satu
- Laporan kinerja dan dashboard tim penting untuk pengambilan keputusan
- Anda mau budaya kerja yang transparan dengan check-in yang terstruktur
Kesimpulan
Todoist sempurna untuk apa yang dirancangnya: personal task management. Tapi bisnis Anda membutuhkan lebih dari todo list personal yang dibagikan. Anda butuh sistem yang bisa menjawab: "Apakah tim saya on-track? Siapa yang butuh bantuan? KPI mana yang perlu perhatian?"
SuperTim dirancang untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut — dengan konteks bisnis Indonesia, bahasa Indonesia, dan harga yang jelas dalam Rupiah.
Baca Juga:
- SuperTim vs Trello: Kanban yang Tidak Cukup
- Cara Mengatur KPI Tim yang Efektif
- Budaya Kerja Sehat untuk Tim Produktif
- SuperTim vs Notion: Docs vs Eksekusi
- Delegasi Tugas yang Sering Gagal
🚀 Coba SuperTim Gratis — Tanpa Kartu Kredit
\n
Ditulis oleh
SuperTim Editor
Product & Productivity Specialist


