Home/
SuperTim vs Todoist: Personal Task Manager vs Sistem Manajemen Tim Bisnis
Komparasi Produk24 Februari 20265 min read

SuperTim vs Todoist: Personal Task Manager vs Sistem Manajemen Tim Bisnis

SuperTim vs Todoist: Personal Task Manager vs Sistem Manajemen Tim Bisnis

TL;DR (Singkatnya)

Todoist adalah todo list personal yang sangat baik, bersih, dan efisien. Namun untuk manajemen tim bisnis — dengan kebutuhan KPI, reporting, check-in, dan visibility keseluruhan — Todoist tidak dirancang untuk itu. SuperTim mengisi gap ini dengan fitur tim yang lengkap dan konteks bisnis Indonesia.

Todoist sering disebut sebagai "todo list terbaik di dunia" — dan ada alasan kuat di balik pujian tersebut. Antarmukanya yang bersih, fitur natural language input yang cerdas, dan pengalaman lintas platform yang mulus menjadikannya favorit para productivity enthusiast.

Tapi ada satu hal yang perlu diklarifikasi: Todoist adalah aplikasi todo list personal. Bukan platform manajemen tim bisnis.

Apakah perbedaan ini penting? Sangat. Artikel ini akan menjelaskan mengapa, dan kapan SuperTim adalah pilihan yang lebih tepat.

Hitung Metrik Bisnis Anda Secara Otomatis

Gunakan kalkulator gratis kami untuk menghitung Burn Rate, BEP, atau KPI karyawan tanpa rumus rumit.

Lihat Alat Gratis SuperTim

Todoist: Kelebihan yang Nyata

Sebelum membahas keterbatasannya, penting untuk mengakui mengapa Todoist sangat disukai:

  • Natural Language Input — ketik "Email klien besok jam 10 pagi" dan Todoist otomatis buat task dengan due date yang benar
  • Desain yang bersih — tidak ada visual clutter, fokus pada task
  • Cross-platform yang mulus — Web, iOS, Android, desktop semua synced sempurna
  • Karma system — gamifikasi yang mendorong konsistensi
  • Recurring tasks — set sekali, muncul terus sesuai jadwal
  • Quick add shortcut — capture task baru dalam hitungan detik

Keterbatasan untuk Manajemen Tim Bisnis

1. Didesain untuk Individu, Bukan Tim

Fitur kolaborasi Todoist ada (project bersama, task assignment), tapi ini bukan core design-nya. Tidak ada dashboard tim, tidak ada workload view, tidak ada cara melihat siapa yang sedang mengerjakan apa secara keseluruhan.

2. Tidak Ada KPI atau Goal Tracking

Todoist tidak punya modul apapun untuk tracking KPI bisnis. Tidak ada goal, tidak ada progress bar, tidak ada laporan kinerja. Yang ada hanyalah daftar tugas yang bisa di-check.

Ingin Belajar Lebih Banyak?

Jelajahi panduan lengkap kami tentang OKR, KPI, dan manajemen tim modern.

Baca Artikel Lainnya

3. Tidak Ada Check-in Tim

Tidak ada daily check-in, mood tracking, atau visibilitas kondisi tim. Sebagai manager, Anda tidak bisa tahu apakah anggota tim Anda oke atau sedang overwhelmed.

4. Harga Tim yang Tidak Terlalu Hemat

Todoist Business mulai dari $6/user/bulan (tahunan). Tim 10 orang = $60/bulan ≈ Rp 960.000/bulan — untuk fitur yang tetap lebih cocok untuk personal productivity daripada team management yang serius.

5. Tidak Ada Reporting Otomatis

Tidak ada fitur export laporan yang berarti. Untuk membuat laporan kinerja tim dari Todoist, Anda harus compile manual — sama saja seperti dari spreadsheet.

💡 Insight dari Tim SuperTim: Todoist adalah tools yang kami rekomendasikan untuk personal productivity — daftar belanja, habit tracking, side project pribadi. Untuk manajemen tim bisnis di Indonesia, kebutuhan yang paling penting justru tidak ada di Todoist: KPI, laporan kinerja, check-in, dan visibilitas tim. Efisiensi personal ≠ efisiensi tim.

SuperTim vs Todoist: Dua Target yang Berbeda

KriteriaSuperTimTodoist
Target Pengguna✅ Tim bisnis (5–100 orang)⚠️ Personal + tim kecil
Harga (Tim 10 Org)~Rp 990.000–1.490.000/bulan~Rp 960.000/bulan (Business)
Free Plan✅ 5 user, 3 project, 5 KPI✅ 5 project (Personal, satu orang)
Bahasa Indonesia✅ Penuh❌ Inggris
KPI Tracking✅ Terintegrasi otomatis❌ Tidak ada
Dashboard Tim✅ Workload & KPI view❌ Tidak ada
Daily Check-in✅ Built-in❌ Tidak ada
Laporan Kinerja✅ Otomatis❌ Tidak ada
AI Coach Bisnis✅ Kontekstual❌ Tidak ada
Natural Language Input⚠️ Terbatas✅ Sangat baik
Karma/Gamification❌ Tidak ada✅ Ada
Design Minimalism✅ Bersih✅ Sangat bersih
Mobile App⚠️ Roadmap✅ Excellent
Recurring Tasks✅ Ada✅ Sangat baik
Harga Stabil Rupiah✅ Ya❌ USD

Kapan Todoist Tetap Relevan?

Todoist masih pilihan terbaik jika:

  • Ini untuk penggunaan pribadi — daftar belanja, habit harian, project freelance solo
  • Tim Anda ≤ 3 orang dan kebutuhannya murni daftar tugas yang dibagikan
  • Anda adalah solopreneur yang butuh personal task manager terbaik
  • Anda tidak butuh visibility KPI, laporan kinerja, atau check-in tim

Kapan SuperTim Pilihan yang Lebih Tepat?

Pilih SuperTim jika:

  • Anda punya tim 3+ orang yang perlu koordinasi dan akuntabilitas
  • Anda butuh KPI yang terhubung ke task harian
  • Anda ingin tahu kondisi tim tanpa harus tanya satu per satu
  • Laporan kinerja dan dashboard tim penting untuk pengambilan keputusan
  • Anda mau budaya kerja yang transparan dengan check-in yang terstruktur

Kesimpulan

Todoist sempurna untuk apa yang dirancangnya: personal task management. Tapi bisnis Anda membutuhkan lebih dari todo list personal yang dibagikan. Anda butuh sistem yang bisa menjawab: "Apakah tim saya on-track? Siapa yang butuh bantuan? KPI mana yang perlu perhatian?"

SuperTim dirancang untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut — dengan konteks bisnis Indonesia, bahasa Indonesia, dan harga yang jelas dalam Rupiah.

Baca Juga:

🚀 Coba SuperTim Gratis — Tanpa Kartu Kredit


\n

Suka artikel ini?

Bagikan ke rekan kerja Anda

Ditulis oleh

SuperTim Editor

SuperTim Editor

Product & Productivity Specialist