SuperTim vs Notion: Database Cantik vs Sistem Kerja yang Benar-Benar Bekerja

TL;DR (Singkatnya)
Notion adalah platform yang luar biasa untuk dokumentasi, catatan, dan wiki tim. Tapi Notion bukan task manager — tidak ada KPI tracking, check-in tim, atau laporan kinerja otomatis. SuperTim mengisi gap tersebut dengan fokus penuh pada Goal → KPI → Task, dalam bahasa Indonesia dan harga Rupiah.
Notion adalah fenomena di dunia produktivitas. Desainnya yang minimalis, blok konten yang bisa dikustomisasi, dan fleksibilitas ekstremnya membuat jutaan orang jatuh cinta. Di Indonesia sendiri, Notion sangat populer — terutama di kalangan mahasiswa, freelancer, dan startup kecil.
Tapi ada satu pertanyaan yang perlu Anda jawab sebelum memilih Notion sebagai platform manajemen tim bisnis Anda:
Apakah Notion benar-benar sebuah task manager — atau lebih tepat disebut sebagai digital notebook yang bisa juga dipakai untuk task?
Hitung Metrik Bisnis Anda Secara Otomatis
Gunakan kalkulator gratis kami untuk menghitung Burn Rate, BEP, atau KPI karyawan tanpa rumus rumit.
Lihat Alat Gratis SuperTimPerbedaan ini terdengar kecil, tapi dampaknya ke produktivitas tim bisnis sangat besar. Mari kita bedah.
Jika Anda sedang membandingkan beberapa tools sekaligus, baca juga SuperTim vs Monday.com dan SuperTim vs ClickUp.
Apa Sebenarnya Notion Itu?
Notion adalah all-in-one workspace yang memungkinkan Anda membuat halaman, database, dokumen, wiki, dan yang lainnya dengan sistem blok. Pada intinya, Notion adalah:
- Digital notebook yang sangat powerful
- Wiki / Knowledge Base untuk menyimpan informasi tim
- Database fleksibel yang bisa dipakai sebagai task board jika dikonfigurasi dengan benar
Kata kuncinya: "jika dikonfigurasi dengan benar".
Kelebihan Notion yang Tidak Perlu Diperdebatkan
- Desain yang indah dan minimalis — pleasure to use setiap hari
- Sangat fleksibel — bisa jadi apa saja (notes, wiki, database, kanban)
- Template library kaya — ribuan template siap pakai dari komunitas
- Notion AI — fitur AI writing dan ringkasan yang berguna
- Collaboration docs — real-time editing yang smooth
- Free plan generous — unlimited blocks untuk personal, unlimited members untuk tim
Mengapa Notion Bukan Tools Manajemen Tim yang Ideal
Ini adalah fakta yang jarang disampaikan secara terbuka oleh reviewer Notion:
Ingin Belajar Lebih Banyak?
Jelajahi panduan lengkap kami tentang OKR, KPI, dan manajemen tim modern.
Baca Artikel Lainnya1. Notion adalah Canvas Kosong — Terlalu Kosong
Fleksibilitas Notion adalah kekuatan sekaligus kelemahannya. Anda bisa membuat apapun, tapi itu berarti Anda harus membangun sistem dari nol. Tidak ada opinionated workflow — semua keputusan ada di tangan Anda.
Hasilnya? Banyak tim yang habiskan minggu-minggu pertama hanya untuk setup Notion sebelum bisa produktif. Dan jika orang yang buat setup tersebut resign? Tim bingung bagaimana menggunakannya.
2. Tidak Ada KPI atau Goal Tracking Bawaan
Notion tidak punya modul KPI. Anda bisa membuat database yang berfungsi seperti KPI tracker, tapi butuh pengetahuan Notion yang cukup dalam untuk itu. Dan hasilnya masih berupa spreadsheet manual yang tidak terhubung ke aktivitas task.
Bandingkan dengan SuperTim yang punya KPI tracking terintegrasi otomatis — progress KPI terhitung langsung dari task yang diselesaikan.
3. Tidak Ada Check-in, Mood Tracking, atau 1:1 Feature
Notion tidak dirancang untuk manajemen people — hanya manajemen informasi. Tidak ada daily check-in, tidak ada mood tracking, tidak ada notifikasi reminder otomatis untuk task yang hampir deadline.
4. Notion Sangat Bergantung pada Disiplin Tim
Karena tidak ada struktur bawaan, sistem Notion hanya sebaik disiplin tim dalam menggunakannya. Jika ada anggota yang malas update Notion, data langsung tidak akurat. Tidak ada sistem enforcement otomatis.
5. Fitur Notifikasi yang Lemah
Reminder dan notifikasi di Notion sangat terbatas dibanding tools manajemen tugas dedikasi. Task yang hampir deadline tidak otomatis mengirim notifikasi push yang reliable.
💡 Insight dari Tim SuperTim: Notion adalah tools yang kami rekomendasikan untuk dokumentasi dan knowledge base — bukan untuk daily task management dan KPI tracking. Banyak tim yang kami bantu justru menggunakan keduanya: Notion untuk SOP dan wiki, SuperTim untuk eksekusi harian dan tracking kinerja. Baca lebih lanjut tentang cara membuat SOP bisnis yang efektif.
SuperTim: Fokus pada Eksekusi, Bukan Dokumentasi
SuperTim.id dirancang untuk satu hal yang paling penting dalam bisnis: memastikan kerja tim mengarah ke goal yang benar dan berjalan sesuai target.
Ini bukan tentang mana yang lebih "cantik" (Notion jelas menang di desain). Ini tentang mana yang lebih efektif menggerakkan bisnis Anda maju.
SuperTim Menjawab Pertanyaan yang Notion Tidak Bisa
| Pertanyaan Bisnis | Notion | SuperTim |
|---|---|---|
| "KPI mana yang merah bulan ini?" | ❌ Harus cek manual | ✅ Dashboard otomatis |
| "Siapa yang overloaded minggu ini?" | ❌ Tidak ada data | ✅ Workload view |
| "Bagaimana mood tim hari ini?" | ❌ Tidak ada | ✅ Daily check-in |
| "Task apa yang overdue?" | ⚠️ Harus filter manual | ✅ Otomatis terlihat |
| "Apa yang sudah dicapai tim minggu ini?" | ❌ Harus compile manual | ✅ AI Weekly Summary |
| "Goal bulan ini on track atau tidak?" | ❌ Tidak ada | ✅ Progress bar otomatis |
Perbandingan Head-to-Head: SuperTim vs Notion
| Kriteria | SuperTim | Notion |
|---|---|---|
| Fokus Utama | Task & KPI Management | Docs & Knowledge Base |
| Harga (Tim 10 Org) | ~Rp 990.000–1.490.000/bulan | ~Rp 0–1.280.000/bulan |
| Free Plan | ✅ 5 user, 3 project, 5 KPI | ✅ Unlimited (sangat generous) |
| Bahasa Indonesia | ✅ Penuh | ❌ Inggris |
| KPI Terintegrasi | ✅ Built-in otomatis | ❌ Harus buat manual |
| Task Notifications | ✅ Reliable (deadline reminder) | ⚠️ Terbatas |
| Daily Check-in | ✅ Built-in | ❌ Tidak ada |
| AI Coach Bisnis | ✅ Kontekstual | ⚠️ AI writing only |
| Onboarding Time | ✅ < 30 menit | ⚠️ Bergantung template |
| Wiki / Docs | ❌ Tidak ada | ✅ Core strength |
| Database Fleksibel | ❌ Tidak ada | ✅ Core strength |
| Design Aesthetics | ✅ Bersih & professional | ✅ Sangat indah |
| Mobile App | ⚠️ Roadmap | ✅ Ada |
| Harga Stabil Rupiah | ✅ Ya | ❌ USD |
Kapan Anda Tetap Butuh Notion?
Notion tidak bisa digantikan sepenuhnya oleh SuperTim untuk beberapa use case:
- Dokumentasi SOP dan prosedur — Notion jauh lebih baik untuk ini
- Knowledge base tim — wiki, onboarding docs, company handbook
- Personal note-taking dan brainstorming — fleksibilitas Notion tak tertandingi
- Proposal dan dokumen klien — tampilan Notion jauh lebih polished
Solusi Praktis: Pakai Keduanya dengan Peran yang Jelas
Banyak tim yang berhasil menggunakan Notion + SuperTim dengan pembagian peran yang jelas:
Notion untuk:
- SOP dan prosedur kerja
- Meeting notes dan company handbook
- Database referensi (klien, vendor, kontak)
- Dokumen proposal dan presentasi
SuperTim untuk:
- Daily task management dan prioritas
- KPI tracking per anggota tim
- Check-in dan monitoring wellbeing tim
- Dashboard Owner untuk monitoring goal bisnis
- Alert dan notifikasi deadline
Ini bukan kompetisi — ini kolaborasi tools yang menghasilkan sistem kerja yang paling lengkap.
Studi Kasus: Startup EdTech Yogyakarta
Sebuah startup EdTech di Yogyakarta (12 orang) sebelumnya all-in di Notion: task management, SOP, OKR, meeting notes — semua di Notion.
Masalah yang muncul:
- OKR di Notion tidak pernah di-update karena "ribet"
- Task management bergantung pada satu orang yang jago setup Notion — ketika dia cuti, tim bingung
- Tidak ada reminder otomatis → task sering overdue tanpa disadari
- Mood dan beban kerja tim tidak termonitor → tiba-tiba 2 orang resign dalam 1 bulan
Solusi yang mereka terapkan:
- Notion tetap dipakai untuk wiki, SOP, dan meeting notes
- SuperTim dipakai untuk semua eksekusi: task, KPI, check-in
- Hasil: task overdue turun 60%, 2 orang yang hampir resign akhirnya bertahan setelah budaya kerja membaik
Tools yang tepat untuk pekerjaan yang tepat. 🚀 Coba SuperTim Gratis — Tanpa Kartu Kredit
FAQ: SuperTim vs Notion
1. Apakah SuperTim bisa menggantikan Notion sepenuhnya?
Tidak, dan kami tidak bermaksud begitu. SuperTim adalah task & KPI management tool, bukan platform dokumentasi. Keduanya paling powerful ketika digunakan bersama dengan peran yang berbeda.
2. Notion punya fitur database — apakah itu cukup untuk tracking KPI?
Bisa, tapi membutuhkan setup yang cukup kompleks dan disiplin tim untuk mengupdate secara manual. Di SuperTim, KPI progress dihitung otomatis dari aktivitas task — tidak perlu update manual.
3. Apakah Notion gratis untuk tim?
Notion punya free plan yang sangat generous untuk penggunaan personal dan tim kecil. Untuk kolaborasi tim yang lebih besar dengan fitur lanjutan, ada paket Plus ($10/user/bulan) dan Business ($18/user/bulan) — keduanya dalam USD.
4. Bisakah SuperTim dan Notion diintegrasikan?
Belum ada integrasi native antara SuperTim dan Notion. Keduanya digunakan secara terpisah dengan akses melalui browser yang berbeda.
5. Notion AI vs AI Coach SuperTim — apa bedanya?
Notion AI fokus pada writing assistance — membantu menulis, merangkum, dan mentranslate konten. AI Coach SuperTim fokus pada manajemen bisnis — membantu buat KPI, generate weekly performance summary, dan rekomendasikan fokus strategis berdasar data tim Anda.
6. Apakah SuperTim cocok untuk startup early-stage seperti Notion?
Sangat cocok. Paket Freemium SuperTim gratis untuk 5 user dengan 3 project dan 5 KPI — ideal untuk startup yang baru mulai membangun sistem kerja. Bahkan lebih structured daripada membuat sistem sendiri dari nol di Notion.
7. Apa yang dimaksud dengan "opinionated workflow" di SuperTim?
SuperTim sudah memutuskan struktur terbaik untuk manajemen tim: Goal → KPI → Project → Task → Check-in. Anda tidak perlu membangun ini dari nol seperti di Notion. "Opinionated" bukan berarti kaku, tapi berarti sudah ada best practice yang built-in.
8. Bagaimana jika tim saya sudah sangat terbiasa dengan Notion?
Anda tidak perlu memaksa semua orang pindah sekaligus. Coba gunakan SuperTim khusus untuk tracking task dan KPI, sementara Notion tetap untuk dokumentasi. Banyak tim hybrid ini justru mendapat manfaat paling besar dari keduanya.
Kesimpulan
Notion adalah tools yang luar biasa — untuk tujuan yang tepat. Sebagai platform dokumentasi dan knowledge management, Notion hampir tidak tertandingi. Tapi sebagai sistem manajemen tim harian dengan tracking KPI dan monitoring kinerja, Notion membutuhkan terlalu banyak customization dan disiplin manual.
SuperTim hadir untuk menutup gap tersebut: sistem manajemen tim yang langsung bisa dipakai, KPI yang otomatis terhitung, dan dirancang untuk konteks bisnis Indonesia.
Pilihan terbaik? Gunakan keduanya — dengan peran yang jelas.
Baca Juga:
- SuperTim vs Monday.com: Perbandingan Lengkap
- SuperTim vs ClickUp: Terlalu Banyak Fitur
- Cara Membuat SOP Bisnis yang Efektif
- Cara Mengatur KPI Tim yang Efektif
- Budaya Kerja Sehat untuk Tim yang Produktif
\n
Ditulis oleh
SuperTim Editor
Product & Productivity Specialist
Daftar Isi
- Apa Sebenarnya Notion Itu?
- Kelebihan Notion yang Tidak Perlu Diperdebatkan
- Mengapa Notion Bukan Tools Manajemen Tim yang Ideal
- SuperTim: Fokus pada Eksekusi, Bukan Dokumentasi
- SuperTim Menjawab Pertanyaan yang Notion Tidak Bisa
- Perbandingan Head-to-Head: SuperTim vs Notion
- Kapan Anda Tetap Butuh Notion?
- Solusi Praktis: Pakai Keduanya dengan Peran yang Jelas
- Studi Kasus: Startup EdTech Yogyakarta
- FAQ: SuperTim vs Notion
- 1. Apakah SuperTim bisa menggantikan Notion sepenuhnya?
- 2. Notion punya fitur database — apakah itu cukup untuk tracking KPI?
- 3. Apakah Notion gratis untuk tim?
- 4. Bisakah SuperTim dan Notion diintegrasikan?
- 5. Notion AI vs AI Coach SuperTim — apa bedanya?
- 6. Apakah SuperTim cocok untuk startup early-stage seperti Notion?
- 7. Apa yang dimaksud dengan "opinionated workflow" di SuperTim?
- 8. Bagaimana jika tim saya sudah sangat terbiasa dengan Notion?
- Kesimpulan


