Home/
SuperTim vs Linear: Tools Developer Modern vs Platform Manajemen Bisnis Indonesia
Komparasi Produk24 Februari 20264 min read

SuperTim vs Linear: Tools Developer Modern vs Platform Manajemen Bisnis Indonesia

SuperTim vs Linear: Tools Developer Modern vs Platform Manajemen Bisnis Indonesia

TL;DR (Singkatnya)

Linear adalah tools manajemen issue yang sangat cepat, elegan, dan dicintai oleh tim engineering. Seperti Jira tapi dengan UX yang jauh lebih baik. Namun Linear tetap didesain untuk developer — bukan untuk tim bisnis umum yang butuh KPI tracking, check-in, dan laporan kinerja. SuperTim mengisi kebutuhan tersebut untuk konteks Indonesia.

Jika Jira adalah Toyota Fortuner (reliable, banyak fitur, tapi berat dan kurang fun), maka Linear adalah Tesla Model 3 — cepat, elegan, dan dicintai oleh orang-orang yang menghargai design dan performance.

Linear diluncurkan pada 2019 dan dengan cepat menjadi favorit di kalangan startup tech yang menginginkan alternatif Jira yang lebih modern. Interface-nya yang sangat bersih, keyboard shortcuts yang extensive, dan performanya yang blazing fast membuat developer jatuh cinta.

Tapi pertanyaan pentingnya tetap sama: apakah Linear didesain untuk bisnis Anda?

Hitung Metrik Bisnis Anda Secara Otomatis

Gunakan kalkulator gratis kami untuk menghitung Burn Rate, BEP, atau KPI karyawan tanpa rumus rumit.

Lihat Alat Gratis SuperTim

Untuk konteks yang lebih luas, baca juga SuperTim vs Jira — tools yang melayani segmen pengguna yang sangat mirip dengan Linear.

Kelebihan Linear

  • Speed — Linear terkenal sebagai tools yang paling cepat di kelasnya, hampir zero loading time
  • Desain yang indah — UI yang minimal dan sangat polished
  • Keyboard-first — power users bisa lakukan hampir segalanya tanpa mouse
  • Cycles (Sprints) — manajemen sprint yang elegan
  • Git integration — PR dan commit otomatis terhubung ke issue
  • Roadmap view — planning yang visual dan mudah dipahami
  • Gratis untuk tim kecil — hingga 250 issues untuk tim kecil

Mengapa Linear Bukan untuk Tim Bisnis Umum

Linear adalah tools untuk developer. Bukan dalam arti buruk — justru itu kekuatannya. Tapi artinya:

  • Terminologi Agile — Cycles, Issues, Sprints, Backlog — asing untuk non-developer
  • Tidak ada KPI bisnis — tidak ada modul untuk tracking KPI seperti revenue, klien, atau operational metrics
  • Tidak ada check-in atau wellbeing — murni task/issue management
  • Git-centric — nilai terbesarnya ada di integrasi dengan GitHub/GitLab
  • Tidak ada bahasa Indonesia
  • Asing untuk tim non-tech — tim Sales, Marketing, atau HR tidak akan nyaman

💡 Insight dari Tim SuperTim: Linear adalah tools yang benar-benar excellent untuk engineering teams. Tapi seperti Jira, relevansinya hampir nol untuk tim bisnis non-tech. Dan bahkan untuk software house Indonesia yang mau pakai Linear untuk engineering, mereka tetap butuh SuperTim untuk level manajemen bisnis — tracking KPI agensi, performance per developer secara bisnis, dan dashboard untuk owner. Baca juga SuperTim vs Jira untuk perbandingan yang relevan.

Perbandingan: SuperTim vs Linear

KriteriaSuperTimLinear
Target Users✅ Semua tim bisnis⚠️ Engineering teams
HargaRp 0–1.490.000/bln$0–$8/user/bln (USD)
Free Plan✅ 5 user, 3 project✅ Unlimited members, 250 issues
Bahasa Indonesia✅ Penuh❌ Inggris
KPI Tracking✅ Built-in❌ Tidak ada
Daily Check-in✅ Built-in❌ Tidak ada
AI Coach Bisnis✅ Ada❌ Tidak ada
Git Integration✅ Excellent
Cycles/Sprint✅ Core feature
Speed/Performance✅ Cepat✅ Legendary fast
Cocok untuk Non-Dev✅ Sangat cocok❌ Sangat tidak cocok
Laporan Kinerja✅ Otomatis per anggota⚠️ Engineering metrics only

Siapa yang Sebaiknya Pilih Linear?

Linear adalah tools yang excellnt untuk:

  • Engineering teams yang menginginkan alternatif Jira yang lebih elegan
  • Startup tech yang developer-nya cinta design dan keyboard shortcuts
  • Tim yang heavily menggunakan GitHub/GitLab dan mau issue tracking yang terintegrasi

Siapa yang Sebaiknya Pilih SuperTim?

SuperTim adalah jawaban yang tepat untuk:

Ingin Belajar Lebih Banyak?

Jelajahi panduan lengkap kami tentang OKR, KPI, dan manajemen tim modern.

Baca Artikel Lainnya
  • Tim bisnis non-tech — Sales, Marketing, HR, Operasional
  • Software house yang butuh business management layer (terpisah dari dev tools)
  • Owner/founder yang butuh dashboard KPI bisnis yang tidak di-cover Linear
  • Tim yang berbisnis di Indonesia dan butuh bahasa Indonesia + support lokal

Kesimpulan

Linear dan SuperTim melayani dua dunia yang berbeda. Linear adalah tools engineering terbaik untuk developer yang menghargai design. SuperTim adalah platform manajemen tim bisnis terbaik untuk konteks Indonesia.

Jika Anda adalah software house Indonesia: gunakan Linear (atau Jira) untuk engineering workflow, dan SuperTim untuk business management. Keduanya tidak overlap dan justru saling melengkapi.

🚀 Coba SuperTim Gratis — Tanpa Kartu Kredit

Baca Juga:


\n

Suka artikel ini?

Bagikan ke rekan kerja Anda

Ditulis oleh

SuperTim Editor

SuperTim Editor

Product & Productivity Specialist