SuperTim vs Airtable: Database Canggih vs Sistem Manajemen Tim Siap Pakai

TL;DR (Singkatnya)
Airtable adalah platform database visual yang sangat fleksibel — bisa diubah menjadi hampir apa saja termasuk task manager. Tapi kekuatannya sekaligus kelemahannya: terlalu banyak setup yang dibutuhkan sebelum bisa produktif, dan tidak ada KPI tracking atau check-in bawaan. SuperTim memberikan sistem manajemen tim yang langsung siap pakai tanpa setup database.
Airtable punya tagline yang akurat: "Part spreadsheet, part database, totally different." Platform ini memungkinkan Anda membangun hampir apa saja — CRM, inventory tracker, content calendar, atau ya, task manager — menggunakan antarmuka yang lebih ramah dari database tradisional.
Tapi "bisa diubah jadi apa saja" berarti "tidak dioptimalkan untuk satu hal tertentu" — dan ini yang perlu Anda pertimbangkan.
Kelebihan Airtable
- Database visual yang powerful — tabel dengan relasi antar data, views yang beragam
- Sangat fleksibel — bisa diubah jadi task manager, CRM, inventory, konten kalender
- Automasi — workflow otomatis berbasis trigger-action
- Integrasi luas — connect ke banyak tools via native atau Zapier/Make
- Views beragam — Grid, Gallery, Kanban, Calendar, Gantt, Form
Keterbatasan Airtable untuk Manajemen Tim Bisnis
1. Butuh Setup Signifikan
Hitung Metrik Bisnis Anda Secara Otomatis
Gunakan kalkulator gratis kami untuk menghitung Burn Rate, BEP, atau KPI karyawan tanpa rumus rumit.
Lihat Alat Gratis SuperTimAirtable adalah blank canvas seperti Notion. Untuk membuat sistem task management yang proper, Anda perlu membangun struktur tabel, relasi, views, dan automasi dari nol. Tanpa orang yang paham Airtable, setup ini bisa memakan waktu berhari-hari.
2. Tidak Ada KPI Bawaan
Airtable tidak punya konsep "KPI" — Anda harus membangunnya sebagai database terpisah yang kemudian Anda hubungkan ke task. Kompleks dan mudah error jika tidak dikelola dengan benar.
3. Harga yang Cukup Mahal
Airtable Plus mulai dari $10/user/bulan (tahunan). Tim 10 orang = $100/bulan ≈ Rp 1.600.000/bulan. Untuk fungsi yang pada dasarnya adalah "spreadsheet yang lebih canggih", ini cukup mahal.
Ingin Belajar Lebih Banyak?
Jelajahi panduan lengkap kami tentang OKR, KPI, dan manajemen tim modern.
Baca Artikel Lainnya4. Tidak Ada Check-in atau Wellbeing Feature
Seperti tools berbasis database lainnya, Airtable tidak punya fitur untuk monitoring kondisi dan wellbeing tim.
💡 Insight dari Tim SuperTim: Kami menyukai Airtable — untuk use case yang memang tepat: CRM sederhana, content tracker, inventory management. Tapi untuk manajemen tim harian dengan KPI yang harus terhubung ke task, Airtable menciptakan overhead setup yang tidak perlu. Baca juga cara membuat SOP bisnis — SOP yang terdokumentasi di Airtable bisa dikombinasikan dengan eksekusi di SuperTim.
Perbandingan: SuperTim vs Airtable
| Kriteria | SuperTim | Airtable |
|---|---|---|
| Harga (Tim 10 Org) | ~Rp 990.000–1.490.000/bln | ~Rp 1.600.000/bln |
| Free Plan | ✅ 5 user, 3 project, 5 KPI | ✅ 5 editor, 1000 records |
| Bahasa Indonesia | ✅ Penuh | ❌ Inggris |
| Task Management | ✅ Siap pakai | ⚠️ Harus setup dari nol |
| KPI Tracking | ✅ Built-in | ❌ Harus buat manual |
| Daily Check-in | ✅ Built-in | ❌ Tidak ada |
| Waktu Setup | ✅ < 30 menit | ⚠️ Hari-hari |
| Database Relasional | ❌ Tidak ada | ✅ Core strength |
| CRM / Inventory | ❌ | ✅ Sangat bagus |
| Views Beragam | ✅ List, Board, Calendar | ✅ 6+ views |
| Automasi | ⚠️ Roadmap | ✅ Powerful |
| Technical Skill Needed | ✅ Minimal | ⚠️ Moderate |
Kesimpulan dan Rekomendasi
Pilih Airtable jika: Anda butuh database relasional yang fleksibel untuk use case spesifik (CRM, inventory, content tracker) dan punya waktu untuk setup.
Pilih SuperTim jika: Anda butuh sistem manajemen tim yang langsung produktif dengan KPI terintegrasi, check-in, dan laporan kinerja — tanpa setup database dari nol.
Pilih keduanya jika Anda butuh database tracking (Airtable) sekaligus task & KPI management (SuperTim) — banyak tim yang berhasil dengan kombinasi ini.
🚀 Coba SuperTim Gratis — Tanpa Kartu Kredit
Baca Juga:
- SuperTim vs Notion: Database vs Eksekusi
- SuperTim vs Excel: Kapan Spreadsheet Tidak Cukup
- Cara Mengatur KPI Tim yang Efektif
- SuperTim vs ClickUp: Feature Overload
\n
Ditulis oleh
SuperTim Editor
Product & Productivity Specialist


