Contoh Penggunaan

Studi Kasus: Translasi Visi Perusahaan Menjadi KPI

Cara memecah (breakdown) target besar perusahaan menjadi KPI per divisi dan tugas harian (Micro-KPI).

Studi Kasus: Translasi Visi Perusahaan Menjadi KPI

Seringkali karyawan merasa tugas harian mereka tidak berdampak pada perusahaan karena Manajer gagal men-translasi visi. SuperTim membantu Anda menghubungkan (align) pekerjaan harian dengan target kuartalan.

Kasus: Target Omset Rp 5 Miliar (Q3)

Langkah 1: Top-Level KPI (Untuk Direktur/Owner)

  • Buat KPI "Omset Q3 Rp 5 Miliar". Tipe: Rupiah. Assignee: Direktur Penjualan.

Langkah 2: Translasi ke Department KPI (Manajer) Agar omset 5 Miliar tercapai, butuh Leads (Calon pelanggan).

  • Manajer Marketing membuat KPI: "Mendapatkan 1.000 Leads Baru". Tipe: Angka. Assignee: Head of Marketing.
  • Manajer Logistik membuat KPI: "Pengiriman 100% Tepat Waktu". Tipe: Persentase.

Langkah 3: Translasi ke Micro-KPI (Staf Harian) Manajer Marketing memecah target 1.000 Leads menjadi Proyek Campaign Instagram.

  • Staf A mendapat Tugas (Task): "Desain 5 Banner Promosi".
  • Staf B mendapat Tugas: "Setup Facebook Ads".

Ketika Staf A mencentang tugasnya menjadi Done, sistem akan memberikan notifikasi bahwa tugas tersebut telah berkontribusi sekian persen terhadap KPI "1.000 Leads Baru". Inilah yang disebut penyelarasan total (Total Alignment).


Perdalam pemahaman Anda dengan membaca panduan berikut:

Masih memiliki pertanyaan?

Tim kami siap membantu Anda memahami lebih lanjut mengenai fitur Studi Kasus: Translasi Visi Perusahaan Menjadi KPI.

Hubungi Support