Contoh Penggunaan
Use Case: Manajemen Proyek Klien (Agency)
Cara aman mengelola banyak proyek klien tanpa mencampuradukkan data antar klien.
Mengelola Proyek Agensi & Klien Eksternal
Jika perusahaan Anda adalah sebuah Agensi (Digital Agency, Konsultan Hukum, atau Event Organizer) yang menangani banyak klien, keamanan kerahasiaan data antar klien adalah harga mati.
1. Gunakan Struktur "1 Klien = 1 Project"
- Jangan pernah menggabungkan tugas Klien A dan Klien B di dalam satu Project Kanban yang sama.
- Buat satu Proyek khusus untuk satu klien (Misal: Proyek Website Klien A).
- Anda dapat menggunakan fitur Label/Tags untuk mengkategorikan tipe layanan (misal: "SEO", "Desain", "Ads").
2. Privasi Melalui Fitur "Project Members"
- Karyawan yang mengerjakan Klien A, tidak perlu tahu apa yang sedang dikerjakan tim di Klien B.
- Di SuperTim, akses proyek bersifat eksklusif. Anggota tim hanya bisa melihat proyek jika nama mereka ditambahkan ke dalam Daftar Anggota Proyek (Project Members).
- Hal ini menjaga agar fokus karyawan tidak terpecah dan data rahasia klien tetap aman dari divisi yang tidak berkepentingan.
3. Ekspor Laporan Pekerjaan (Export to Excel)
- Klien biasanya meminta laporan pertanggungjawaban di akhir bulan.
- Daripada mengetik ulang apa saja yang telah dikerjakan, Anda cukup membuka Proyek Klien tersebut, lalu menekan tombol Export (Unduh CSV).
- Lampirkan file CSV tersebut sebagai bukti kinerja tim Anda saat menagih (invoice) klien!
Artikel Terkait (Related Docs)
Perdalam pemahaman Anda dengan membaca panduan berikut:
Masih memiliki pertanyaan?
Tim kami siap membantu Anda memahami lebih lanjut mengenai fitur Use Case: Manajemen Proyek Klien (Agency).
Hubungi Support