Home/
SuperTim vs Google Workspace: Suite Kolaborasi vs Platform Manajemen Tim
Komparasi Produk24 Februari 20265 min read

SuperTim vs Google Workspace: Suite Kolaborasi vs Platform Manajemen Tim

SuperTim vs Google Workspace: Suite Kolaborasi vs Platform Manajemen Tim

TL;DR (Singkatnya)

Google Workspace adalah suite kolaborasi dan komunikasi yang excellent — tidak ada yang meragukan Gmail, Drive, dan Meet. Tapi Google Tasks dan Google Sheets yang dipakai sebagai task manager adalah solusi seadanya yang tidak bisa menjawab pertanyaan KPI dan tracking kinerja tim secara real-time. SuperTim melengkapi Google Workspace dengan sistem manajemen tim yang sesungguhnya.

Hampir semua bisnis Indonesia menggunakan minimal satu produk Google — entah itu Gmail, Google Drive, atau Google Meet. Banyak yang berlangganan Google Workspace (dulu G Suite) dan mendapat akses ke seluruh ekosistem produktivitas Google.

Pertanyaan yang sering muncul: "Kita sudah punya Workspace, apakah perlu tools tambahan untuk manajemen tim?"

Jawabannya bergantung pada seberapa serius kebutuhan manajemen tim Anda. Artikel ini akan membantu Anda menjawabnya.

Hitung Metrik Bisnis Anda Secara Otomatis

Gunakan kalkulator gratis kami untuk menghitung Burn Rate, BEP, atau KPI karyawan tanpa rumus rumit.

Lihat Alat Gratis SuperTim

Untuk perbandingan lengkap dengan tools lain, baca SuperTim vs Notion dan SuperTim vs Excel.

Google Workspace: Luar Biasa untuk Kolaborasi Konten

Google Workspace terdiri dari beberapa produk yang masing-masing excellent di bidangnya:

  • Gmail — Email yang hampir sempurna
  • Google Drive — Cloud storage dengan sharing yang mudah
  • Google Docs/Sheets/Slides — Office suite berbasis cloud yang powerful
  • Google Meet — Video conferencing yang reliable
  • Google Calendar — Scheduling dan reminder

Apa yang Google Workspace Kurang Miliki?

Google Tasks (task manager bawaan Workspace) sangat terbatas — hanya list sederhana tanpa assignee, priority, atau view yang berarti. Tidak cocok untuk manajemen tim bisnis.

Google Sheets sebagai task tracker — sudah kami bahas panjang di SuperTim vs Excel. Masalah utamanya: tidak ada notifikasi, tidak ada akuntabilitas yang built-in, dan tidak ada KPI otomatis.

Tidak ada dalam Google Workspace yang bisa menjawab pertanyaan ini dengan mudah:

Ingin Belajar Lebih Banyak?

Jelajahi panduan lengkap kami tentang OKR, KPI, dan manajemen tim modern.

Baca Artikel Lainnya
  • "KPI tim Sales bulan ini bagaimana?"
  • "Siapa yang tasknya paling banyak overdue?"
  • "Bagaimana mood tim minggu ini?"
  • "Project mana yang at-risk?"

💡 Insight dari Tim SuperTim: Google Workspace dan SuperTim bukan kompetitor — mereka komplementer. Google untuk kolaborasi konten dan komunikasi. SuperTim untuk eksekusi kerja dan tracking kinerja. Tim terbaik menggunakan keduanya bersama. Baca juga cara membuat SOP bisnis yang bisa didokumentasikan di Google Docs sambil dieksekusi di SuperTim.

Perbandingan: SuperTim vs Google Workspace (sebagai Task Manager)

KebutuhanSuperTimGoogle Workspace
Email & Komunikasi❌ (pakai Gmail)✅ Gmail excellent
Video Meeting❌ (pakai Meet)✅ Google Meet
Cloud Storage❌ (pakai Drive)✅ Google Drive
Task Management✅ Full-featured⚠️ Google Tasks (sangat terbatas)
KPI Tracking✅ Terintegrasi❌ Tidak ada (Sheets manual)
Daily Check-in✅ Built-in❌ Tidak ada
Laporan Kinerja✅ Otomatis❌ Harus buat di Sheets manual
AI Coach Bisnis✅ Kontekstual⚠️ Gemini (writing only)
Bahasa Indonesia✅ Penuh✅ Ada (partial)
Notification Deadline✅ Otomatis❌ Tidak ada di Tasks
Workload View✅ Ada❌ Tidak ada
Harga (Tim 10 Org)~Rp 990.000–1.490.000/bln~Rp 1.380.000/bln (Business Starter)

Solusi Terbaik: Google Workspace + SuperTim

Kombinasi yang paling optimal untuk bisnis Indonesia:

Google Workspace untuk:

  • Email bisnis (Gmail)
  • Video meeting dengan klien (Meet)
  • Dokumen kolaboratif (Docs, Sheets untuk analisis)
  • Penyimpanan file (Drive)
  • Kalender jadwal dan meeting (Calendar)

SuperTim untuk:

  • Task management harian
  • KPI tracking per anggota tim
  • Daily check-in dan mood monitoring
  • Laporan kinerja otomatis
  • Dashboard Owner untuk pemantauan bisnis

Anda tidak perlu memilih satu — gunakan Google Workspace untuk "kerja dengan konten" dan SuperTim untuk "kerja dengan orang".

Cara Mulai

  1. Tetap gunakan Google Workspace untuk email, meeting, dan dokumen
  2. Daftar SuperTim gratis dengan email Google Anda (SSO siap)
  3. Buat workspace dan import anggota tim
  4. Setup project dan KPI pertama dalam 30 menit

Lengkapi Workspace Anda dengan sistem manajemen tim yang sesungguhnya. 🚀 Coba SuperTim Gratis

FAQ: SuperTim vs Google Workspace

1. Apakah SuperTim bisa login dengan akun Google?

Ya, SuperTim mendukung Google Sign-In. Tim Anda bisa langsung masuk tanpa membuat password baru.

2. Apakah Looker Studio (Google) bisa replace SuperTim untuk KPI dashboard?

Looker Studio adalah BI tool yang powerful, tapi membutuhkan setup teknis yang signifikan dan data source yang sudah terstruktur. SuperTim memberikan KPI dashboard yang siap pakai tanpa setup BI yang kompleks.

3. Apakah Google Chat bisa replace SuperTim?

Google Chat adalah platform komunikasi seperti Slack — bukan task management. Sama seperti Slack, Google Chat tidak punya KPI tracking atau laporan kinerja tim.

4. Berapa harga Google Workspace dibanding SuperTim?

Google Workspace Business Starter $6/user/bulan (≈Rp 1.380.000 untuk 10 user). SuperTim Rp 990.000–1.490.000/bulan untuk tim yang sama. Keduanya tidak saling menggantikan — keduanya melayani kebutuhan berbeda.

5. Apakah SuperTim terintegrasi dengan Google Calendar?

Belum ada integrasi native saat ini. Task deadline di SuperTim dan jadwal di Google Calendar dikelola terpisah. Integrasi ini ada dalam roadmap.

6. Apakah Google Forms bisa jadi check-in pengganti SuperTim?

Bisa dijadikan workaround, tapi jauh dari optimal — tidak ada analytics, tidak ada trending data mood tim, dan tidak ada koneksi ke task/KPI. Check-in di SuperTim terintegrasi langsung dengan konteks pekerjaan tim.

Baca Juga:


\n

Suka artikel ini?

Bagikan ke rekan kerja Anda

Ditulis oleh

SuperTim Editor

SuperTim Editor

Product & Productivity Specialist