SuperTim untuk Tim HRD: Dari Onboarding hingga Performance Review yang Objektif

TL;DR (Singkatnya)
SuperTim membantu tim HRD Indonesia dengan tiga hal utama: (1) template onboarding karyawan baru yang konsisten, (2) tracking KPI kinerja per karyawan untuk performance review yang objektif, dan (3) data mood dan wellbeing dari daily check-in sebagai early warning system untuk attrition.
Keywords utama: "software HRD Indonesia", "aplikasi manajemen karyawan", "tools onboarding karyawan", "performance review software", "cara tracking kinerja karyawan", "sistem HRD UMKM"
HRD modern punya peran yang jauh lebih strategis dari sekadar urusan administrasi — mereka adalah arsitek dari sistem manusia yang menentukan apakah bisnis bisa tumbuh atau stagnan.
Tapi banyak tim HRD Indonesia masih bekerja dengan tools yang tidak adequate:
Hitung Metrik Bisnis Anda Secara Otomatis
Gunakan kalkulator gratis kami untuk menghitung Burn Rate, BEP, atau KPI karyawan tanpa rumus rumit.
Lihat Alat Gratis SuperTim- Onboarding via email dan checklist di Word
- Performance review via form Google dan rating subjektif
- Data attrition yang baru ketahuan setelah orang resign
- KPI HR yang tidak terhubung ke kondisi nyata tim
SuperTim tidak menggantikan HRIS enterprise. Tapi untuk bisnis 10-200 orang yang membutuhkan sistem manajemen karyawan yang profesional tanpa kompleksitas dan biaya enterprise, SuperTim adalah solusi yang tepat.
Tiga Area di Mana SuperTim Paling Membantu HRD
Area 1: Onboarding Karyawan Baru yang Konsisten
Masalah yang sering terjadi: Onboarding bergantung pada siapa yang "membimbing" karyawan baru — hasilnya tidak konsisten. Karyawan A mendapat onboarding yang komprehensif, karyawan B yang masuk 3 bulan kemudian mendapat yang jauh lebih singkat karena "sibuk."
Solusi SuperTim: Template Onboarding
Buat satu template proyek "Onboarding Karyawan Baru" yang menjadi standar. Setiap karyawan baru mendapat project ini — dengan task yang sama, deadline yang sama (relatif dari tanggal mulai kerja), dan assignee yang sudah terdefinisi.
Template Onboarding 90 Hari:
Ingin Belajar Lebih Banyak?
Jelajahi panduan lengkap kami tentang OKR, KPI, dan manajemen tim modern.
Baca Artikel LainnyaMinggu 1: Administrasi & Orientation
☐ Lengkapi dokumen administrasi HR [Assignee: HRD]
☐ Setup akses email dan tools [Assignee: IT]
☐ Orientasi company values & culture [Assignee: HRD]
☐ Perkenalan dengan semua tim [Assignee: Manager]
☐ Briefing job description & KPI target [Assignee: Manager]
Minggu 2-4: Learning & Shadowing
☐ Baca dan pahami SOP departemen [Assignee: Karyawan Baru]
☐ Shadow senior di 3 project berbeda [Assignee: Manager]
☐ Selesaikan training product/service [Assignee: Karyawan Baru]
☐ Check-in 30 hari dengan HRD [Assignee: HRD]
Bulan 2: First Contribution
☐ Handle 1 task/project mandiri pertama [Assignee: Karyawan Baru]
☐ Check-in 60 hari dengan Manager [Assignee: Manager]
☐ Review KPI 60 hari [Assignee: HRD]
☐ Feedback session dua arah [Assignee: HRD]
Bulan 3: Integration Assessment
☐ Review KPI 90 hari [Assignee: Manager + HRD]
☐ Peer feedback collection [Assignee: HRD]
☐ Career development discussion [Assignee: Manager]
☐ Keputusan status kepegawaian [Assignee: HRD + Management]
Setiap karyawan baru mendapat template yang sama → onboarding quality konsisten → decision karyawan di bulan ke-3 berdasarkan data, bukan perasaan.
Area 2: Performance Review yang Objektif dan Efisien
Masalah yang sering terjadi: Review kinerja tahunan atau semesteran yang:
- Berdasarkan "kesan" manager dalam 1-2 bulan terakhir (recency bias)
- Tidak ada data objektif, hanya penilaian subjektif
- Proses pengumpulan data butuh minggu-minggu
- Karyawan tidak tahu dasar penilaian mereka
Solusi SuperTim: Data Kinerja 12 Bulan yang Terekam
Ketika perusahaan menggunakan SuperTim secara konsisten, data kinerja sudah tersedia:
- KPI per bulan per karyawan — hit rate, actual vs target, trend
- Task completion rate — konsistensi delivery
- Deadline hit rate — reliability
- Mood trend — untuk konteks wellbeing
- Milestone contributions — proyek besar yang dikontribusi
Saat review kinerja, HRD dan manager tidak perlu mengingat atau compile manual — data sudah ada, tinggal dibaca dan didiskusikan.
Ini membuat review kinerja:
- Lebih adil: berbasis data, bukan subjektivitas
- Lebih cepat: tidak perlu compile manual
- Lebih actionable: ada trend yang jelas, bukan hanya rating titik tunggal
- Lebih diterima karyawan: mereka bisa lihat data yang sama
Area 3: Early Warning Attrition via Mood Tracking
Masalah yang sering terjadi: Talent terbaik resign, dan manager mendapat kejutan. Padahal biasanya ada sinyal selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan sebelumnya yang tidak tertangkap.
Solusi SuperTim: Mood Trend Aggregation
Daily check-in SuperTim mengumpulkan mood score (1-5) setiap hari kerja. HRD dan manager bisa lihat tren ini:
- Satu orang dengan mood turun konsisten selama 2+ minggu → jadwalkan 1:1 proaktif
- Satu divisi yang rata-rata moodnya turun setelah kebijakan tertentu → tanda kebijakan perlu di-review
- Mood spike negatif setelah event tertentu (personnel change, perubahan target) → moment untuk komunikasi transparansi
Banyak resign yang bisa dicegah jika ada intervensi 2-4 minggu lebih awal. Mood tracking adalah sistem yang memungkinkan intervensi tersebut.
KPI HRD yang Bisa Ditrack di SuperTim
KPI Rekrutmen:
| KPI | Target | Cara Track |
|---|---|---|
| Waktu hiring per posisi | < 30 hari | Task timestamps: posisi buka → offer accepted |
| Offer acceptance rate | > 85% | Manual input |
| Quality of hire (3 bulan) | > 80% pass probation | Task completion |
KPI Onboarding:
| KPI | Target | Cara Track |
|---|---|---|
| Onboarding completion rate | 100% | Template task completion |
| Time to productivity | < 60 hari | Milestone tracking |
| New hire satisfaction (30 hari) | > 4/5 | Check-in data |
KPI Retention:
| KPI | Target | Cara Track |
|---|---|---|
| Turnover rate tahunan | < 10% | Manual input |
| Average mood score per divisi | > 3.5/5 | Check-in data otomatis |
| Escalation dari check-in yang ditangani | < 48 jam | Task tracking |
KPI Development:
| KPI | Target | Cara Track |
|---|---|---|
| Training completion rate | > 90% | Task completion |
| Performance review completion rate | 100% | Task completion |
| Promotion rate dari internal | > 30% dari posisi baru | Manual input |
Cara HRD Setup SuperTim untuk Perusahaan
Langkah 1: Buat workspace dan invite semua karyawan
Langkah 2: Setup department/division groups Organize member berdasarkan divisi agar laporan dan workload view bisa difilter per departemen.
Langkah 3: Bangun template onboarding Buat template project berdasarkan rekap SOP onboarding yang sudah ada — atau buat dari nol menggunakan template bawaan SuperTim.
Langkah 4: Setup KPI per karyawan Koordinasi dengan setiap manager untuk define KPI per anggota tim mereka. HRD bisa lihat semua KPI dari dashboard yang sama.
Langkah 5: Aktifkan daily check-in Umumkan ke semua karyawan tujuan check-in (transparansi, bukan pengawasan) dan aktifkan reminder.
Langkah 6: Jadwalkan review ritual
- Mingguan: manager review check-in timnya
- Bulanan: HRD review aggregate mood dan KPI seluruh perusahaan
- Kuartalan: OKR review dan performance data untuk mid-year adjustment
💡 Insight dari Tim SuperTim: HRD yang paling efektif bukan yang paling banyak punya program — tapi yang paling banyak punya data. Data kinerja, data wellbeing, data onboarding quality. Dengan data yang baik, setiap program HR bisa di-prioritize dan di-measure impact-nya. SuperTim memberikan data tersebut tanpa biaya overhead pengumpulan yang besar.
FAQ: SuperTim untuk HRD
1. Apakah SuperTim bisa menggantikan HRIS seperti Gadjian atau Talenta?
Tidak. HRIS fokus pada administrasi HR: payroll, attendance, leave management, legal compliance. SuperTim fokus pada performance management dan team management. Keduanya digunakan bersama secara optimal.
2. Apakah karyawan bisa melihat KPI rekan kerja mereka?
Setting visibility KPI bisa dikonfigurasi — individual only, tim satu departemen, atau semua orang. HRD dan management bisa lihat semua.
3. Apakah mood tracking bisa dinonaktifkan untuk karyawan yang tidak nyaman?
Field mood di check-in bersifat opsional — karyawan tidak diwajibkan mengisi. Jika tidak diisi, hanya field lain yang tersimpan.
4. Bisakah data SuperTim digunakan sebagai dokumen formal untuk PHK atau promosi?
Data SuperTim bisa menjadi salah satu komponen dokumentasi. Untuk keputusan legal seperti PHK, tetap perlu dokumentasi formal sesuai ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku.
Baca Juga:
- Fitur Daily Check-in SuperTim: Early Warning System
- Fitur Laporan Kinerja Otomatis
- Fitur Recurring Task & Template Proyek
- Budaya Kerja Sehat untuk Tim Produktif
- Manajemen Tim vs Manajemen Proyek
🚀 Mulai Transformasi HR Anda dengan SuperTim — Coba Gratis
\n
Ditulis oleh
SuperTim Editor
Product & Productivity Specialist
Daftar Isi
- Tiga Area di Mana SuperTim Paling Membantu HRD
- Area 1: Onboarding Karyawan Baru yang Konsisten
- Area 2: Performance Review yang Objektif dan Efisien
- Area 3: Early Warning Attrition via Mood Tracking
- KPI HRD yang Bisa Ditrack di SuperTim
- Cara HRD Setup SuperTim untuk Perusahaan
- FAQ: SuperTim untuk HRD
- 1. Apakah SuperTim bisa menggantikan HRIS seperti Gadjian atau Talenta?
- 2. Apakah karyawan bisa melihat KPI rekan kerja mereka?
- 3. Apakah mood tracking bisa dinonaktifkan untuk karyawan yang tidak nyaman?
- 4. Bisakah data SuperTim digunakan sebagai dokumen formal untuk PHK atau promosi?


