Home/
Fitur Recurring Task & Template Proyek SuperTim: Otomatiskan Pekerjaan yang Berulang
Fitur SuperTim24 Februari 20266 min read

Fitur Recurring Task & Template Proyek SuperTim: Otomatiskan Pekerjaan yang Berulang

Fitur Recurring Task & Template Proyek SuperTim: Otomatiskan Pekerjaan yang Berulang

TL;DR (Singkatnya)

Fitur Recurring Task SuperTim memungkinkan Anda membuat task sekali lalu sistem membuat ulang task tersebut secara otomatis sesuai jadwal — harian, mingguan, atau bulanan. Template Proyek memungkinkan duplikasi seluruh struktur proyek dengan satu klik, ideal untuk proyek yang polanya sama berulang.

Keywords utama: "recurring task manajemen tim", "task berulang otomatis", "template project management", "cara otomatisasi tugas tim", "checklist berulang bisnis"


Berapa banyak task di tim Anda yang sifatnya berulang — tapi tetap harus dibuat ulang secara manual setiap kali?

  • "Laporan mingguan sales" → setiap Jumat
  • "Posting konten Instagram" → setiap hari
  • "Rekonsiliasi bank" → setiap awal bulan
  • "1:1 dengan anggota tim" → setiap 2 minggu
  • "Review dan approval invoice vendor" → setiap minggu

Tanpa sistem, task-task ini harus dibuat ulang secara manual — atau lebih buruk lagi, terlupakan sampai ada yang mengingatkan.

Hitung Metrik Bisnis Anda Secara Otomatis

Gunakan kalkulator gratis kami untuk menghitung Burn Rate, BEP, atau KPI karyawan tanpa rumus rumit.

Lihat Alat Gratis SuperTim

Fitur Recurring Task

Cara Kerja Recurring Task

Ketika membuat task di SuperTim, Anda bisa mengaktifkan opsi "Recurring" yang menentukan:

  • Frekuensi: Harian / Setiap X hari / Mingguan / Dwi-mingguan / Bulanan / Custom
  • Hari spesifik: Misalnya setiap Senin dan Kamis, atau setiap tanggal 1
  • End condition: Berulang selamanya / sampai tanggal tertentu / sebanyak X kali
  • Assignee: Tetap sama atau rotate ke orang berikutnya di daftar

Setelah satu siklus task di-Done, instance berikutnya otomatis muncul di tanggal yang sudah ditentukan — tanpa ada orang yang perlu ingat atau melakukan apapun.

Contoh Recurring Task per Industri

Tim Akuntansi & Finance:

📅 "Laporan cash flow harian" → berulang setiap hari kerja jam 16:00
📅 "Rekonsiliasi bank" → berulang setiap Senin
📅 "Closing bulanan" → berulang setiap tgl 1
📅 "Laporan pajak preparation" → berulang setiap akhir bulan

Tim Marketing & Konten:

📅 "Posting konten Instagram" → berulang setiap hari
📅 "Review analytics social media" → berulang setiap Senin
📅 "Editorial meeting" → berulang setiap Rabu
📅 "Monthly content calendar" → berulang setiap tgl 25 (untuk bulan berikutnya)

Tim Sales:

Ingin Belajar Lebih Banyak?

Jelajahi panduan lengkap kami tentang OKR, KPI, dan manajemen tim modern.

Baca Artikel Lainnya
📅 "Follow-up leads yang masuk kemarin" → berulang setiap pagi
📅 "Update CRM / pipeline" → berulang setiap Jumat
📅 "Team sales review" → berulang setiap Senin pagi
📅 "Kirim proposal ke leads bulan ini" → tracking bulanan

Tim Operasional:

📅 "Briefing tim harian" → berulang setiap Senin pagi
📅 "Review stok / inventory" → berulang setiap Rabu
📅 "1:1 dengan anggota tim" → berulang setiap 2 minggu per orang
📅 "Backup data server" → berulang setiap hari kerja

Recurring Task dengan Rotate Assignee

Untuk task yang perlu di-rotasi antar anggota tim (misalnya: "duty officer harian", "review konten mingguan" yang bergantian), Anda bisa setup rotate assignee — sistem secara otomatis assign ke orang berikutnya dalam daftar setiap siklus.

Contoh: 5 anggota tim, masing-masing giliran "on-call duty" 1 hari per minggu → dirotasi otomatis tanpa perlu konfirmasi siapa giliran siapa.

Fitur Template Proyek

Mengapa Template Proyek Penting

Banyak bisnis menjalankan proyek yang polanya sama berulang kali:

  • Agensi digital: onboarding klien baru (selalu langkah yang sama, beda nama klien)
  • Event organizer: persiapan event (checklist yang sama untuk setiap event)
  • Properti/kontraktor: proyek renovasi (tahapan yang sama, beda lokasi)
  • HRD: onboarding karyawan baru (proses yang sama setiap kali ada rekrutan)
  • Developer: sprint setup (backlog, tasks, retrospective — sama setiap sprint)

Tanpa template, setiap proyek baru dibuat dari nol — membuang waktu dan berisiko ada step yang terlewat.

Cara Membuat dan Menggunakan Template Proyek

Langkah 1: Buat satu proyek "master" yang sempurna Setup semua task, checklist, assignee role (bukan nama spesifik), deadline relatif (misalnya "H+3 dari start date"), dan label yang dibutuhkan.

Langkah 2: Simpan sebagai Template Tandai proyek tersebut sebagai template → tersimpan di library template Anda.

Langkah 3: Gunakan Template untuk Proyek Baru Saat ada klien baru atau proyek serupa → klik "Buat dari Template" → pilih template → isi nama proyek, start date, dan assign nama spesifik ke role → proyek siap dalam hitungan menit.

Langkah 4: Iterasi Template Seiring Waktu Setelah beberapa kali menggunakan template, Anda akan tahu step mana yang selalu butuh tambahan waktu atau sering terlupakan → update template → semua proyek berikutnya lebih akurat.

Contoh Template: Onboarding Klien Agensi

Template: "Onboarding Klien Baru — Agensi Konten"
Durasi: 14 hari

Hari 1-2: Discovery & Setup
  ☐ Kickoff meeting dengan klien [assignee: Account Manager]
  ☐ Isi briefing form lengkap [assignee: Account Manager]  
  ☐ Buat folder Google Drive klien [assignee: Admin]
  ☐ Setup project di SuperTim [assignee: Project Manager]

Hari 3-5: Alignment
  ☐ Draft content strategy klien [assignee: Strategist]
  ☐ Presentasi strategy ke klien [assignee: Account Manager]
  ☐ Revisi berdasarkan feedback [assignee: Strategist]
  ☐ Approval strategy klien [assignee: Account Manager]

Hari 6-10: Produksi Pertama
  ☐ Brief konten batch pertama [assignee: Content Lead]
  ☐ Produksi konten batch pertama [assignee: Writer/Designer]
  ☐ Internal review [assignee: Editor]
  ☐ Kirim ke klien untuk approval [assignee: Account Manager]

Hari 11-14: Go Live
  ☐ Revisi final berdasarkan feedback [assignee: Writer/Designer]
  ☐ Publish konten pertama [assignee: Social Media Manager]
  ☐ Send onboarding completion report ke klien [assignee: Account Manager]
  ☐ Setup recurring content calendar [assignee: Project Manager]

Dengan template ini, setiap klien baru ter-onboard dengan proses yang konsisten — tidak ada yang terlupakan, tidak ada yang harus "ingat dari proyek sebelumnya."

💡 Insight dari Tim SuperTim: Template proyek adalah manifestasi digital dari SOP Anda. Semakin detail template Anda, semakin sedikit kebutuhan untuk micromanage — karena sistem sudah tahu langkah selanjutnya. Ini juga mempercepat onboarding karyawan baru: mereka bisa langsung produktif mengikuti template, bukan menunggu instruksi step-by-step. Baca juga cara membuat SOP bisnis sebagai fondasi sebelum digitalisasi ke template.

Kepada Siapa Fitur Ini Paling Berguna

Recurring Task paling valuable untuk:

  • Tim akuntansi & finance (proses berulang, deadline ketat)
  • Tim marketing & konten (posting harian/mingguan)
  • Tim operasional (checklist rutin)
  • Manager yang ingin pastikan ritual tim (check-in, review, 1:1) tidak terlupakan

Template Proyek paling valuable untuk:

  • Agensi yang punya onboarding klien berulang
  • HRD yang proses rekrutmen dan onboarding-nya sama setiap kali
  • Event organizer
  • Developer yang jalankan sprint mingguan
  • Bisnis apapun yang punya "proyek tipe X" yang sering dijalankan

FAQ: Recurring Task & Template SuperTim

1. Apakah recurring task bisa di-pause sementara?

Ya. Anda bisa pause recurring task tanpa menghapusnya — misalnya selama libur lebaran atau ketika proyek berlibur. Setelah di-resume, recurring kembali berjalan dari jadwal selanjutnya.

2. Apakah template bisa di-share antar workspace?

Saat ini template tersimpan di dalam satu workspace. Fitur template library yang bisa di-share antar workspace atau dengan komunitas SuperTim sedang dalam roadmap.

3. Bisakah deadline di template bersifat relatif (H+X dari start date)?

Ya. Deadline di template bisa diset relatif dari tanggal mulai proyek — misalnya "3 hari setelah project start". Ketika template dipakai, semua deadline otomatis dihitung dari actual start date yang Anda tentukan.

4. Apakah ada batasan jumlah recurring task atau template?

Tidak ada batasan di paket berbayar. Paket Freemium memiliki batasan yang lebih ketat — lihat halaman harga SuperTim untuk detail.

5. Bisakah anggota tim membuat template sendiri?

Ya, berdasarkan permission yang di-set. Secara default, Owner dan Admin bisa membuat dan edit template. Member bisa menggunakan template yang sudah ada.

Baca Juga:

🚀 Setup Recurring Task & Template Pertama Anda — Coba SuperTim Gratis


\n

Suka artikel ini?

Bagikan ke rekan kerja Anda

Ditulis oleh

SuperTim Editor

SuperTim Editor

Product & Productivity Specialist