Home/
Fitur Notifikasi & Reminder SuperTim: Tidak Ada Deadline yang Terlewat Lagi
Fitur SuperTim24 Februari 20267 min read

Fitur Notifikasi & Reminder SuperTim: Tidak Ada Deadline yang Terlewat Lagi

Fitur Notifikasi & Reminder SuperTim: Tidak Ada Deadline yang Terlewat Lagi

TL;DR (Singkatnya)

Sistem notifikasi SuperTim dirancang untuk berbeda dari notification overload di WhatsApp atau email — hanya notifikasi yang relevan, ke orang yang tepat, di waktu yang tepat. Termasuk: reminder deadline otomatis, alert overdue untuk manager, dan digest harian yang menggantikan ratusan ping individual.

Keywords utama: "reminder deadline otomatis tim", "notifikasi manajemen tugas", "cara atur notifikasi tim", "alert deadline karyawan", "sistem reminder proyek Indonesia"


Ada dua jenis masalah notifikasi yang sama-sama menghancurkan produktivitas:

Terlalu sedikit notifikasi: Deadline terlewat karena tidak ada yang mengingatkan. Task terlupakan di tengah kerjaan lain. Manager tidak tahu ada masalah sampai sudah terlambat.

Hitung Metrik Bisnis Anda Secara Otomatis

Gunakan kalkulator gratis kami untuk menghitung Burn Rate, BEP, atau KPI karyawan tanpa rumus rumit.

Lihat Alat Gratis SuperTim

Terlalu banyak notifikasi: Notification overload dari WhatsApp, email, Slack, dan semua tools lainnya. Orang mematikan notifikasi karena terlalu banyak — dan justru melewatkan yang penting.

Sistem notifikasi SuperTim dirancang untuk menghindari kedua masalah ini: smart, targeted, dan tidak mengganggu fokus.

Prinsip Desain Notifikasi SuperTim

SuperTim membangun sistem notifikasi berdasarkan tiga prinsip:

1. Relevant — Hanya kirim jika benar-benar relevan untuk orang tersebut Budi tidak perlu tahu bahwa Reni baru saja menyelesaikan task yang tidak ada hubungannya dengan Budi. Budi hanya perlu tahu tentang: task yang di-assign ke Budi, task yang di-mention Budi, atau update yang mempengaruhi proyek di mana Budi terlibat.

2. Timely — Kirim di waktu yang tepat, bukan real-time untuk semua Tidak semua update perlu push notification real-time. Perubahan minor bisa masuk ke digest harian. Hanya yang benar-benar urgent (deadline < 24 jam, task overdue) yang layak mendapat push notification segera.

Ingin Belajar Lebih Banyak?

Jelajahi panduan lengkap kami tentang OKR, KPI, dan manajemen tim modern.

Baca Artikel Lainnya

3. Actionable — Setiap notifikasi harus bisa langsung ditindaklanjuti Notifikasi yang baik bukan "ada update di project X" — tapi "Task 'Proposal Klien Y' due besok jam 17:00 — assignee: Budi. [Buka Task]"

Tipe-Tipe Notifikasi di SuperTim

1. Deadline Reminder (untuk Assignee)

Anggota tim mendapat reminder otomatis untuk task yang mereka tangani:

  • H-2 (48 jam sebelum deadline): Gentle reminder — "Persiapkan"
  • H-1 (24 jam sebelum deadline): Reminder lebih tegas — "Deadline besok"
  • H (hari deadline): Final reminder pagi — "Due hari ini"
  • +1 (1 jam setelah deadline terlewat): Alert — "Task ini overdue"

Timing dan channel notifikasi bisa dikustomisasi per workspace atau per individu.

2. Manager/Owner Alerts

Manager dan owner mendapat notifikasi agregat yang lebih strategis:

  • Daily digest setiap pagi: "3 task akan due hari ini, 1 task overdue kemarin"
  • Overdue alert ketika task sudah lebih dari 24 jam terlambat tanpa update
  • At-risk project alert ketika >30% task dalam satu proyek at-risk
  • Workload alert ketika seseorang punya 3+ task overdue bersamaan
  • Mood alert ketika anggota tim check-in dengan mood terus-menerus rendah

Manager bisa customize threshold alert ini di settings.

3. Mention Notifications

Ketika seseorang di-mention dalam comment task atau check-in:

  • Push notification real-time (jika aktif)
  • Selalu masuk ke notification center

4. Project Milestone Notifications

Untuk project milestones yang penting:

  • Notifikasi ketika milestone dicapai (accomplishment)
  • Notifikasi ketika milestone terancam (warning)
  • Digest mingguan progress per project

5. Check-in Reminder

Bagi anggota tim yang belum isi check-in di waktu yang sudah ditentukan:

  • Reminder terjadwal di waktu yang dikustomisasi (misalnya jam 09:00)
  • Jika belum check-in dalam X jam setelah reminder, manager mendapat notifikasi

6. AI Coach Weekly Summary

Setiap Senin pagi, AI Coach mengirim weekly summary digest ke Owner/Manager — bukan ratusan notifikasi individual, tapi satu ringkasan komprehensif yang bisa dibaca dalam 2 menit.

Channel Notifikasi

ChannelCocok untukCara mengaktifkan
EmailDigest, laporan, non-urgentAktif by default
Browser PushDeadline reminder, mentionOpt-in di settings
In-app bellSemua notifikasi (archive-able)Selalu aktif
WhatsAppMirroring alert kritisRoadmap
Mobile appPush notificationRoadmap (mobile app)

Mengatur Preferensi Notifikasi

Per-User Settings

Setiap anggota tim bisa mengatur preferensi notifikasi mereka sendiri:

  • Channel mana yang aktif (email, browser push)
  • Waktu "Do Not Disturb" (misalnya: tidak ada notifikasi 20:00-08:00)
  • Digest frequency: real-time, hourly, daily
  • Jenis notifikasi yang mau diterima vs yang mau di-mute

Workspace-Level Settings (Admin/Owner)

Admin bisa set kebijakan notifikasi minimal untuk seluruh workspace:

  • Reminder deadline harus dikirim minimal H-1 (tidak bisa dimatikan user)
  • Overdue alert wajib untuk task yang sudah lewat 48 jam
  • Weekly summary dikirim ke semua manager

Notification Digest: Satu Email, Semua Update

Daripada 30 email notifikasi terpisah, SuperTim mengagregasi update menjadi satu Daily Digest yang terstruktur:

📬 SuperTim Daily Digest — Selasa, 25 Feb 2026

⏰ Due Hari Ini (3 task):
  • Proposal Klien PT Maju [Anda] — due 17:00
  • Review konten batch 3 [Budi] — due 12:00  
  • Laporan keuangan Januari [Sari] — due 16:00

⚠️ Overdue (1 task):
  • Rekonsiliasi bank [Dodi] — terlambat 2 hari

📊 Progress Proyek:
  • Onboarding Klien X: 75% ✅
  • Website Redesign: 45% ⚠️ (behind schedule)

😊 Tim Hari Ini: Rata-rata mood 3.6/5

[Buka SuperTim Dashboard →]

Satu email, dibaca 1 menit, tahu semua yang perlu diketahui untuk hari itu.

Notification Best Practices untuk Tim Anda

Tips 1: Jangan matikan semua notifikasi Jika Anda mematikan semua notifikasi karena "terlalu banyak" — masalahnya bukan di sistem notifikasi, tapi di bagaimana task dan deadline di-set. Review kembali apakah semua task sudah punya deadline yang realistis.

Tips 2: Gunakan digest untuk update non-urgent Aktifkan mode digest untuk update progress reguler, dan aktifkan push notification hanya untuk mention langsung dan deadline kritis.

Tips 3: Set "quiet hours" untuk work-life balance Aktifkan Do Not Disturb di luar jam kerja — SuperTim tidak seharusnya membunyikan notifikasi jam 11 malam kecuali ada hal yang benar-benar urgent.

Tips 4: Manager lebih baik gunakan daily digest daripada real-time Manager yang mendapat notifikasi real-time untuk setiap update task semua anggota timnya akan cepat mengalami notification fatigue. Daily digest sudah cukup untuk action yang dibutuhkan.

💡 Insight dari Tim SuperTim: Notifikasi yang baik seperti asisten yang baik — mereka memberitahu Anda tentang hal yang benar-benar butuh perhatian Anda, bukan membangunkan Anda setiap 5 menit untuk update yang tidak urgent. Tujuan sistem notifikasi SuperTim adalah membuat Anda lebih fokus, bukan lebih terganggu.

FAQ: Notifikasi & Reminder SuperTim

1. Apakah notifikasi bisa langsung masuk ke WhatsApp?

Integrasi WhatsApp untuk notifikasi sedang dalam roadmap. Saat ini, channel yang tersedia adalah email dan browser push notification.

2. Bisakah notifikasi deadline di-set berbeda untuk setiap task?

Ya. Selain setting default workspace, setiap task bisa punya reminder custom — misalnya "ingatkan 3 hari sebelum" untuk task kompleks, atau "ingatkan 1 jam sebelum" untuk deadline meeting.

3. Apakah bisa membuat notifikasi ke pihak eksternal (klien atau vendor)?

Saat ini notifikasi hanya untuk member dalam workspace SuperTim. Untuk notifikasi ke eksternal, export atau laporan manual yang dibagikan adalah solusi sementara.

4. Bagaimana jika anggota tim saya sering mengabaikan notifikasi?

Ini biasanya tanda notifikasi terlalu banyak dan tidak relevan — solusinya adalah kalibrasi ulang setting notifikasi, bukan menambah lebih banyak notifikasi. Juga, notifikasi hanya efektif jika tim punya culture untuk merespons dan bertanggung jawab atas task mereka — ini melengkapi sistem notifikasi tapi tidak bisa menggantikannya.

5. Apakah ada log semua notifikasi yang pernah dikirim?

Ya. Notification center di SuperTim menyimpan history semua notifikasi yang diterima — berguna untuk membuktikan bahwa reminder sudah dikirim, atau untuk audit trail task management.

Baca Juga:

🚀 Setup Reminder Cerdas untuk Tim Anda — Coba SuperTim Gratis


\n

Suka artikel ini?

Bagikan ke rekan kerja Anda

Ditulis oleh

SuperTim Editor

SuperTim Editor

Product & Productivity Specialist