10 Alternatif Jira Terbaik untuk Tim Non-IT di Indonesia (Update 2026)

TL;DR (Singkatnya)
Jira sangat powerful untuk IT, namun kurva belajarnya terlalu curam bagi tim non-IT. Temukan 10 alternatif terbaik, mulai dari SuperTim yang dirancang khusus untuk kemudahan dan KPI otomatis di Indonesia, hingga Asana dan Trello.
Pernah nggak sih, lo ngerasa aplikasi manajemen proyek yang dipake tim malah bikin pusing, bukannya mempermudah kerjaan? Kalau lo pernah pakai Jira dan bukan dari tim IT atau engineer, gue yakin lo sering garuk-garuk kepala.
Jira memang aplikasi yang luar biasa powerful, tapi sayangnya:
- Kurva belajar sangat curam: Butuh waktu berbulan-bulan cuma buat paham cara kerja dan navigasinya.
- Antarmuka khusus engineer/IT: Banyak istilah teknis (seperti Epics, Sprints, Story Points, JQL) yang nggak relevan dan membingungkan buat tim sales, marketing, HR, atau operasional.
- Terlalu kompleks: Kadang lo cuma butuh centang tugas selesai, tapi di Jira harus isi belasan kolom mandatory dulu.
- Hambatan bahasa: Tampilan full bahasa Inggris sering bikin tim lapangan, distributor, atau staf lokal miskomunikasi.
Gue paham banget pain points lo. Buat pemilik bisnis UKM, distributor, atau pabrik di Indonesia, lo butuh tool yang "langsung jalan" tanpa perlu training berhari-hari. Jangan khawatir, gue bantu lo pilih yang tepat. Berikut adalah 10 alternatif Jira terbaik yang jauh lebih ramah buat tim non-IT.
Hitung Metrik Bisnis Anda Secara Otomatis
Gunakan kalkulator gratis kami untuk menghitung Burn Rate, BEP, atau KPI karyawan tanpa rumus rumit.
Lihat Alat Gratis SuperTim10 Alternatif Jira Terbaik (Shortlist 2026)
- SuperTim — Best for: Kemudahan ekstra untuk tim non-IT + tracking KPI otomatis ala Indonesia.
- Asana — Best for: Manajemen proyek lintas departemen dengan tampilan visual yang rapi.
- Trello — Best for: Tim kecil yang butuh visualisasi Kanban board super sederhana.
- ClickUp — Best for: Perusahaan yang ingin kustomisasi tingkat tinggi dan all-in-one app.
- Monday.com — Best for: Visualisasi warna-warni yang intuitif untuk tracking harian.
- Basecamp — Best for: Kolaborasi dan komunikasi tim tanpa pusing memikirkan timeline rumit.
- Notion — Best for: Membuat dokumentasi, wiki, dan database yang terhubung dengan tugas.
- Wrike — Best for: Tim enterprise atau agensi dengan alur kerja yang sangat spesifik.
- Smartsheet — Best for: Pengguna setia Excel yang mau beralih ke manajemen proyek berbasis spreadsheet.
- GitLab — Best for: Tim campuran IT dan non-IT yang butuh kolaborasi ringan di satu platform.
1. SuperTim
[Best for: Kemudahan ekstra untuk tim non-IT + tracking KPI otomatis ala Indonesia]
🔍 Overview Singkat: SuperTim adalah aplikasi buatan lokal yang secara khusus mendengarkan curhatan pebisnis Indonesia. Berbeda dengan Jira yang dibangun untuk software developer, SuperTim didesain agar staf gudang, sales lapangan, hingga tim marketing bisa menggunakannya tanpa perlu pelatihan khusus.
Yang bikin SuperTim juara di urutan pertama adalah integrasi mulus antara penyelesaian tugas dengan perhitungan KPI otomatis. Lo nggak perlu lagi tarik data manual ke Excel tiap akhir bulan. Antarmukanya simpel, menggunakan bahasa yang mudah dipahami, dan harganya flat alias nggak dihitung per kepala. Kalau lo mau tahu lebih lanjut gimana SuperTim bisa bantu tim lo, cek panduan lengkap manajemen KPI karyawan ini.
⚡ Fitur Utama:
- Antarmuka super intuitif dan ringan, nol kurva belajar untuk staf non-IT.
- Tracking KPI (Key Performance Indicator) terotomatisasi dari tugas yang diselesaikan.
- Support Bahasa Indonesia penuh yang meminimalisir miskomunikasi staf.
- Sistem notifikasi pintar via WhatsApp (opsional) agar tim lapangan selalu update.
- Laporan kinerja instan yang bisa ditarik kapan saja oleh owner atau manajer.
👍 Kelebihan (Pros):
Ingin Belajar Lebih Banyak?
Jelajahi panduan lengkap kami tentang OKR, KPI, dan manajemen tim modern.
Baca Artikel Lainnya- Tidak perlu training rumit, 10 menit tim sudah bisa onboarding.
- Harga paling bersahabat untuk bisnis Indonesia (flat, bukan per user).
- Menghilangkan friksi teknis yang biasa ditemui di Jira.
👎 Kekurangan (Cons):
- Tidak memiliki fitur Agile/Scrum spesifik untuk software development (tapi ini justru nilai plus untuk non-IT).
- Integrasi pihak ketiga (selain WhatsApp/Google) masih terus dikembangkan.
💰 Harga:
| Paket | Harga | Keterangan |
|---|---|---|
| Free | Rp 0 | Gratis selamanya, fitur dasar memadai |
| Starter | Rp 199.000 / bulan | Harga FLAT, fitur manajemen task lengkap |
| Big Team | Rp 499.000 / bulan | Harga FLAT, unlimited members, KPI otomatis |
🎯 Paling Cocok Untuk: Pemilik bisnis UKM, distributor, dan pabrik di Indonesia yang butuh aplikasi paling praktis agar tim langsung kerja, plus ingin monitoring KPI tanpa ribet.
2. Asana
[Best for: Manajemen proyek lintas departemen dengan tampilan visual yang rapi]
🔍 Overview Singkat: Asana adalah salah satu raksasa di dunia project management. Kalau lo benci tampilan Jira yang kaku dan penuh form teknis, Asana adalah kebalikannya. Tampilannya sangat bersih, visualnya memanjakan mata, dan ada animasi unicorn terbang kalau lo menyelesaikan tugas.
Asana sangat bagus untuk tim marketing, desain, atau operasional yang sering bekerja lintas departemen. Lo bisa melihat timeline proyek dengan jelas.
⚡ Fitur Utama:
- Tampilan List, Board, Timeline, dan Calendar yang mudah di-switch.
- Portfolios untuk memantau kesehatan beberapa proyek sekaligus.
- Automasi alur kerja (Rules) untuk tugas berulang.
- Form untuk menerima request dari tim lain.
👍 Kelebihan (Pros):
- Desain UI/UX salah satu yang terbaik dan paling modern.
- Sangat mudah mengundang pihak luar (guest) untuk kolaborasi.
👎 Kekurangan (Cons):
- Terlalu banyak notifikasi jika tidak diatur dengan benar, bikin inbox penuh.
- Harga cukup mahal karena dihitung per user, terutama saat kurs Dollar naik.
💰 Harga:
| Paket | Harga (Estimasi) | Keterangan |
|---|---|---|
| Personal | Gratis | Maksimal 10 user |
| Starter | ~Rp 175.840 / user / bulan | ($10.99) Akses Timeline & Automasi dasar |
| Advanced | ~Rp 399.840 / user / bulan | ($24.99) Fitur Portfolio & Goals |
🎯 Paling Cocok Untuk: Agensi kreatif dan tim marketing menengah-besar yang rela bayar lebih per user demi tampilan cantik dan kolaborasi lintas departemen.
3. Trello
[Best for: Tim kecil yang butuh visualisasi Kanban board super sederhana]
🔍 Overview Singkat: Trello itu ibarat papan tulis dengan sticky notes digital. Kalau Jira terasa seperti menerbangkan pesawat terbang komersil, Trello itu seperti naik sepeda listrik: gampang banget dipelajari. Trello sangat mengandalkan sistem Kanban (To-do, Doing, Done).
Cocok buat tim non-IT yang proses kerjanya linier. Menariknya, Atlassian (induk perusahaan Jira) juga mengakuisisi Trello, namun Trello tetap dipertahankan sebagai opsi kasual.
⚡ Fitur Utama:
- Sistem Drag-and-drop berbasis Card dan List.
- Power-Ups untuk menambah fungsi ekstra (kalender, integrasi file, dll).
- Otomatisasi dengan Butler.
- Tampilan yang sangat ringan dan responsif.
👍 Kelebihan (Pros):
- Kurva belajarnya hampir nol. Sangat mudah dimengerti.
- Versi gratisnya sangat generous dan cukup untuk tim kecil.
👎 Kekurangan (Cons):
- Terlalu sederhana untuk proyek skala besar; papan (board) bisa terlihat sangat berantakan jika tugasnya ratusan.
- Sulit memantau kinerja karyawan atau KPI secara menyeluruh.
💰 Harga:
| Paket | Harga (Estimasi) | Keterangan |
|---|---|---|
| Free | Gratis | Unlimited cards, max 10 boards per workspace |
| Standard | ~Rp 80.000 / user / bulan | ($5) Unlimited boards |
| Premium | ~Rp 160.000 / user / bulan | ($10) Timeline, Calendar views |
🎯 Paling Cocok Untuk: Tim kecil, freelancer, atau divisi non-IT yang punya flow kerja sederhana dan cuma butuh tahu siapa mengerjakan apa saat ini.
4. ClickUp
[Best for: Perusahaan yang ingin kustomisasi tingkat tinggi dan all-in-one app]
🔍 Overview Singkat: ClickUp menjanjikan "One app to replace them all". Dan mereka tidak main-main. ClickUp punya fitur yang super banyak, dari manajemen tugas, dokumen, whiteboards, hingga time tracking.
Ini adalah alternatif buat lo yang merasa Jira terlalu kaku tapi butuh tool yang bisa dikustomisasi secara ekstrem. Namun, karena fiturnya terlalu banyak, terkadang pengguna baru merasa kewalahan di awal. Baca panduan cara meningkatkan produktivitas untuk trik menggunakan tool kompleks.
⚡ Fitur Utama:
- Kustomisasi status, kolom, dan views (lebih dari 15 macam view).
- ClickUp Docs untuk dokumentasi bawaan.
- Hierarki yang fleksibel (Space > Folder > List > Task).
- Fitur Goals untuk tracking target.
👍 Kelebihan (Pros):
- Sangat feature-rich; hampir semua yang lo butuhkan ada.
- Kustomisasi yang nyaris tanpa batas.
👎 Kekurangan (Cons):
- Bisa terasa overwhelming (terlalu rumit) bagi tim non-IT di awal-awal penggunaan.
- Aplikasinya kadang terasa lambat (laggy) jika datanya sudah terlalu besar.
💰 Harga:
| Paket | Harga (Estimasi) | Keterangan |
|---|---|---|
| Free Forever | Gratis | 100MB storage |
| Unlimited | ~Rp 112.000 / user / bulan | ($7) Unlimited storage |
| Business | ~Rp 192.000 / user / bulan | ($12) Fitur advanced automations & time tracking |
🎯 Paling Cocok Untuk: Perusahaan yang ingin menyatukan tugas, dokumen, dan chat dalam satu tempat dan punya satu staf khusus (admin) untuk mengatur setup awalnya.
5. Monday.com
[Best for: Visualisasi warna-warni yang intuitif untuk tracking harian]
🔍 Overview Singkat: Monday.com sering disebut-sebut sebagai aplikasi manajemen kerja paling colorful. Tidak seperti Jira yang text-heavy, Monday sangat visual. Lo bisa membuat tabel kerja (boards) yang kolom-kolomnya bisa diwarnai sesuai status.
Ini sangat digemari oleh tim HR, Event Organizer, dan Sales karena mereka bisa melihat status pekerjaan secara instan hanya dari warna indikatornya.
⚡ Fitur Utama:
- Tampilan berbasis tabel (grid) yang super interaktif.
- Indikator status berwarna yang mudah dikenali.
- Dashboards untuk merangkum data dari berbagai papan proyek.
- Automasi yang mudah di-set up (If this, then that).
👍 Kelebihan (Pros):
- Visualnya sangat menarik dan modern.
- Sangat adaptif untuk berbagai use-case non-IT.
👎 Kekurangan (Cons):
- Model harganya membingungkan dan paketnya dijual dalam kelipatan pengguna (misal: harus beli minimal untuk 3 kursi).
- Bisa cukup mahal jika fitur premium dibutuhkan.
💰 Harga:
| Paket | Harga (Estimasi) | Keterangan |
|---|---|---|
| Free | Gratis | Maksimal 2 user |
| Basic | ~Rp 144.000 / user / bulan | ($9) Minimum beli 3 user |
| Standard | ~Rp 192.000 / user / bulan | ($12) Minimum 3 user, automasi dasar |
🎯 Paling Cocok Untuk: Tim non-IT yang sangat menyukai pendekatan visual dan manajemen operasional berbasis spreadsheet namun jauh lebih pintar.
6. Basecamp
[Best for: Kolaborasi dan komunikasi tim tanpa pusing memikirkan timeline rumit]
🔍 Overview Singkat: Basecamp adalah pionir dalam perangkat lunak kolaborasi. Filosofi mereka adalah kesederhanaan. Mereka tidak punya fitur Gantt Chart atau Agile reports seperti Jira. Basecamp lebih berfokus pada menyatukan pengumuman tim, chat (Campfire), to-do list, dan file sharing di satu halaman.
Bagi bisnis tradisional di Indonesia yang pusing lihat grafik proyek, Basecamp menawarkan kelegaan yang luar biasa.
⚡ Fitur Utama:
- Message Board untuk pengumuman tim terpusat.
- To-do list sederhana.
- Campfire (group chat bawaan).
- Automatic check-ins (pertanyaan otomatis ke tim, misal: "Hari ini ngerjain apa?").
👍 Kelebihan (Pros):
- Fokus pada komunikasi asinkron (tidak harus real-time).
- Menghilangkan kebutuhan untuk email internal dan grup WhatsApp kerja.
👎 Kekurangan (Cons):
- Fitur manajemen proyeknya sangat basic, tidak bisa lihat progres lintas proyek dengan detail.
- Konsep "semua orang bisa lihat segalanya" kadang kurang cocok untuk perusahaan hierarkis.
💰 Harga:
| Paket | Harga (Estimasi) | Keterangan |
|---|---|---|
| Basecamp | ~Rp 240.000 / user / bulan | ($15/user) Standar |
| Basecamp Pro Unlimited | ~Rp 4.784.000 / bulan | ($299) Harga flat untuk perusahaan besar |
🎯 Paling Cocok Untuk: Perusahaan konsultan atau agensi remote yang memprioritaskan komunikasi tenang (calm communication) dibandingkan micromanagement.
7. Notion
[Best for: Membuat dokumentasi, wiki, dan database yang terhubung dengan tugas]
🔍 Overview Singkat: Sebenarnya Notion bermula sebagai aplikasi note-taking dan dokumentasi. Namun, fitur database-nya sangat kuat sehingga banyak tim yang menggunakannya sebagai ganti Jira untuk melacak task.
Kelebihan utama Notion adalah fleksibilitasnya; lo memulai dengan halaman kosong dan membangun sistem lo sendiri.
⚡ Fitur Utama:
- Blok-blok teks, gambar, dan media yang drag-and-drop.
- Database relasional yang bisa ditampilkan sebagai Table, Board, Calendar, Gallery.
- Template siap pakai untuk manajemen proyek.
- Notion AI untuk merangkum dan menulis.
👍 Kelebihan (Pros):
- Menggabungkan Wiki/Dokumentasi dan Task Management di satu tempat dengan sempurna.
- Sangat estetis dan minimalis.
👎 Kekurangan (Cons):
- Karena mulai dari "kertas kosong", setup awalnya butuh waktu dan imajinasi.
- Belum memiliki automasi alur kerja bawaan yang sekuat aplikasi lain.
💰 Harga:
| Paket | Harga (Estimasi) | Keterangan |
|---|---|---|
| Free | Gratis | Untuk individual / kolaborasi terbatas |
| Plus | ~Rp 128.000 / user / bulan | ($8) Unlimited blocks untuk tim |
| Business | ~Rp 240.000 / user / bulan | ($15) SAML SSO & Private team spaces |
🎯 Paling Cocok Untuk: Tim startup yang gila dokumentasi dan suka membangun sistem manajemen operasionalnya sendiri dari nol.
8. Wrike
[Best for: Tim enterprise atau agensi dengan alur kerja yang sangat spesifik]
🔍 Overview Singkat: Wrike adalah jembatan antara Jira dan Asana. Dia cukup powerful dan kompleks, tapi tetap didesain agar bisa dipahami oleh orang bisnis dan marketing. Wrike sangat populer di kalangan agensi marketing besar.
⚡ Fitur Utama:
- Gantt Chart yang sangat interaktif dan presisi.
- Time tracking terintegrasi.
- Form request dinamis yang bisa membuat proyek otomatis.
- Proofing & Approvals langsung di dalam dokumen/gambar.
👍 Kelebihan (Pros):
- Sangat kuat untuk melacak pengeluaran waktu (billable hours).
- Fitur kolaborasi review desain/video yang sangat bagus.
👎 Kekurangan (Cons):
- UI/UX-nya terasa sedikit kaku dibanding kompetitor modern.
- Kurva belajar cukup lumayan, meski tidak separah Jira.
💰 Harga:
| Paket | Harga (Estimasi) | Keterangan |
|---|---|---|
| Free | Gratis | Basic task management |
| Team | ~Rp 156.800 / user / bulan | ($9.80) Max 25 users |
| Business | ~Rp 396.800 / user / bulan | ($24.80) Fitur kustomisasi penuh |
🎯 Paling Cocok Untuk: Agensi kreatif dan tim marketing skala besar (enterprise) yang sering berurusan dengan klien, approval desain, dan time-tracking.
9. Smartsheet
[Best for: Pengguna setia Excel yang mau beralih ke manajemen proyek berbasis spreadsheet]
🔍 Overview Singkat: Banyak tim non-IT (terutama bagian finance atau operasional) yang ngotot tetap pakai Excel karena sudah terbiasa. Masalahnya, Excel bukan aplikasi manajemen proyek. Smartsheet hadir sebagai solusi: tampilannya persis spreadsheet, namun dengan "otak" aplikasi project management.
⚡ Fitur Utama:
- Antarmuka Grid (Spreadsheet) yang familiar.
- Bisa mengubah view jadi Gantt, Card, Calendar.
- Rumus/Formula layaknya Excel untuk menghitung bujet proyek.
- Automasi berbasis cell (misal: jika sel A berubah, kirim email).
👍 Kelebihan (Pros):
- Adopsi sangat mudah bagi tim yang terbiasa dengan Microsoft Excel.
- Kemampuan reporting dan penghitungan sangat kuat.
👎 Kekurangan (Cons):
- Tampilan terkesan jadul dan terlalu fokus pada data (data-heavy).
- Tidak ideal untuk diskusi tugas yang panjang atau kolaborasi ide kreatif.
💰 Harga:
| Paket | Harga (Estimasi) | Keterangan |
|---|---|---|
| Pro | ~Rp 112.000 / user / bulan | ($7) Max 10 users |
| Business | ~Rp 400.000 / user / bulan | ($25) Minimum 3 users |
🎯 Paling Cocok Untuk: Tim operasional, finance, atau procurement di perusahaan manufaktur yang cara kerjanya berpusat pada tabel dan angka.
10. GitLab
[Best for: Tim campuran IT dan non-IT yang butuh kolaborasi ringan di satu platform]
🔍 Overview Singkat: Tunggu dulu, bukannya GitLab untuk anak IT? Ya, betul. Namun perlahan-lahan GitLab memperkuat fitur "Issue Tracking" dan "Boards" mereka sehingga tim bisnis atau QA (Quality Assurance) bisa ikut campur tangan tanpa bingung dengan kodenya.
Jika perusahaan lo punya tim developer yang tetap butuh fitur ala Jira, namun lo ingin tim customer service bisa report bug dengan mudah, GitLab bisa jadi kompromi.
⚡ Fitur Utama:
- Issue Board yang mirip Trello.
- Epics dan Roadmaps (mirip Jira tapi lebih simpel).
- Menyatu langsung dengan repository kode.
👍 Kelebihan (Pros):
- Tim tech dan non-tech bisa berada di platform yang sama persis.
- Gratis untuk banyak fitur dasarnya.
👎 Kekurangan (Cons):
- Secara umum DNA-nya tetap aplikasi engineering.
- Istilah-istilah teknis masih sering muncul (Merge Requests, CI/CD).
💰 Harga:
| Paket | Harga (Estimasi) | Keterangan |
|---|---|---|
| Free | Gratis | Fitur dasar yang mumpuni |
| Premium | ~Rp 464.000 / user / bulan | ($29) Fitur Agile enterprise |
🎯 Paling Cocok Untuk: Startup teknologi yang ingin menyatukan tim bisnis (product, marketing) dengan tim engineering tanpa harus bayar Jira dan tool lainnya secara terpisah.
Tabel Head-to-Head: SuperTim vs Jira vs Trello
Biar lo makin gampang milih, ini perbandingan langsung tiga skenario yang sering dipertimbangkan pebisnis lokal, cari tahu selengkapnya tentang aplikasi lain di ulasan aplikasi project management lokal:
| Fitur / Aspek | SuperTim 🇮🇩 | Jira 🇺🇸 | Trello 🇺🇸 |
|---|---|---|---|
| Fokus Utama | Tim Bisnis & Operasional lokal | IT & Software Engineering | Tugas individu & tim kecil |
| Kurva Belajar | Sangat Rendah (5 menit) | Sangat Tinggi (Berbulan-bulan) | Sangat Rendah |
| Sistem Harga | Flat (Mulai Rp199rb/bln) | Per User (~Rp125rb/user/bln) | Per User (~Rp80rb/user/bln) |
| Perhitungan KPI | Otomatis terintegrasi | Perlu plugin / add-on mahal | Manual / eksternal |
| Bahasa UI | Bahasa Indonesia & Inggris | Inggris (utama) | Inggris |
| Setup Awal | Langsung siap pakai | Butuh admin/konsultan Jira | Siap pakai (kosong) |
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Kenapa Jira sulit dipakai untuk tim non-IT? Jira dirancang menggunakan metodologi Agile dan Scrum yang sangat spesifik untuk pengembangan software. Banyak fitur, terminologi (Sprint, Story Point, Backlog), dan aturan pengisian yang tidak dibutuhkan oleh tim sales, HR, atau pabrik, sehingga membuatnya terasa sangat kaku.
2. Apakah ada alternatif Jira yang harganya tidak per user (flat)? Ya, SuperTim menggunakan sistem harga flat (berlangganan bulanan tanpa peduli jumlah staf yang didaftarkan, sampai kuota batas tim yang besar). Ini menghemat biaya operasional secara signifikan dibandingkan Jira atau Asana yang menagih dalam kurs USD per kepala.
3. Kalau saya pindah dari Jira ke tool lain, apakah datanya hilang? Sebagian besar alternatif populer (termasuk ClickUp, Asana, dan Monday.com) menyediakan fitur Import from Jira. Anda bisa memindahkan daftar tugas (issues) cukup dengan beberapa klik tanpa kehilangan data historis.
4. Tool apa yang paling bagus untuk memantau performa dan KPI staf? Jika fokus Anda adalah melihat laporan performa otomatis berdasarkan tugas yang diselesaikan tepat waktu, SuperTim adalah opsi terbaik. Jira membutuhkan setup dashboard yang rumit, sementara Trello tidak memiliki fitur KPI bawaan.
Kesimpulan: Harus Pilih yang Mana?
Meninggalkan ekosistem Jira memang terasa berat, apalagi jika perusahaan sudah telanjur "berinvestasi" waktu. Namun, demi produktivitas tim non-IT (yang biasanya merupakan tulang punggung bisnis seperti Sales, Gudang, dan Operasional), migrasi ke tool yang lebih ramah manusia adalah keputusan krusial.
- Pilih Asana jika desain visual adalah segalanya bagi tim kreatif lo dan anggaran bukan masalah.
- Pilih Trello jika tim lo sangat kecil (di bawah 5 orang) dan prosesnya sesederhana "Mulai - Sedang Dikerjakan - Selesai".
- Pilih SuperTim jika lo adalah pemilik bisnis/distributor di Indonesia yang ingin tim langsung bisa kerja hari ini, menghindari jebakan bayar mahal per-user pakai kurs Dollar, dan lo butuh tool yang bisa langsung mengukur KPI performa mereka secara otomatis!
Nggak perlu pusing mikirin biaya per kepala. Coba SuperTim Gratis Sekarang dan rasakan bedanya punya project management yang benar-benar ngerti urat nadi bisnis lokal!
Ditulis oleh
Tim SuperTim
Product & Productivity Specialist