Manajemen Proyek
Logika Penetapan & Perhitungan KPI
Memahami cara sistem menghitung metrik secara otomatis maupun manual.
Logika Penetapan & Perhitungan KPI
SuperTim tidak hanya sekadar to-do list, tetapi aplikasi penggerak target bisnis. Memahami logika pembuatan KPI sangat penting agar metrik Anda tidak salah hitung.
3 Tipe KPI yang Didukung
Saat membuat KPI baru, Anda harus menentukan tipe datanya:
- Rupiah (Currency): Digunakan untuk target finansial (contoh: Target Omset Q3 Rp 500 Juta).
- Persentase (%): Digunakan untuk rasio keberhasilan (contoh: Conversion Rate 5% atau Customer Satisfaction 98%).
- Angka (Numeric): Digunakan untuk kuantitas absolut (contoh: Menulis 100 Artikel SEO atau Mendapat 50 Leads Baru).
Logika Pergerakan Progress (Tracking)
Bagaimana progress KPI bisa naik dari 0% ke 100%?
- Metode Otomatis (Linked Projects): Jika Anda menautkan sebuah proyek ke suatu KPI, sistem akan membaca jumlah total Task di proyek tersebut. Setiap kali sebuah tugas dipindah ke status Done, persentase KPI akan otomatis naik. (Sangat cocok untuk KPI berbasis Angka/Persentase).
- Metode Manual: Untuk KPI berbasis Rupiah (seperti Omset Sales), Anda harus menekan tombol Update Aktual secara berkala setiap ada pemasukan baru, karena omset tidak bisa diukur hanya dari jumlah tugas yang dicentang.
Artikel Terkait (Related Docs)
Perdalam pemahaman Anda dengan membaca panduan berikut:
Masih memiliki pertanyaan?
Tim kami siap membantu Anda memahami lebih lanjut mengenai fitur Logika Penetapan & Perhitungan KPI.
Hubungi Support